Beruntung, kerja cepat tim Jatanras Polrestabes Makassar serta Unit Reskrim Polsek Panakukang membuahkan hasil. Bilqis akhirnya ditemukan dan berhasil dipulangkan.
"Alhamdulillah, setelah melakukan penyelidikan, anak balita yang diculik telah ditemukan tadi malam, dan bisa kembali ke Makassar hari ini," ujar Kapolrestabes Makassar Arya Perdana di Mapolrestabes Makassar, Minggu (9/11).
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemberdayaan, Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Pemkot Makassar, Ita Isdiana Anwar, turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga anak-anak mereka.
Menurutnya, pengawasan ketat wajib dilakukan tidak hanya di sekolah tetapi juga ketika anak berada di tempat umum maupun taman bermain.
“Kami mengimbau orang tua agar lebih menjaga lagi anak-anaknya. Karena jika tidak menjaga dengan baik anaknya, kasus seperti inilah yang terjadi,” ujarnya.
Kasus Bilqis dan maraknya laporan penculikan anak membuat pemerintah mendorong kolaborasi antara sekolah, orang tua, serta lingkungan RT/RW. Prosedur antar-jemput, pendampingan anak di ruang publik, hingga budaya kewargaan dinilai harus diperkuat sebagai bentuk tanggung jawab kolektif dalam menjaga keselamatan anak.
Pesan Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa keamanan anak bukan hanya urusan keluarga, tetapi juga merupakan bagian dari kewaspadaan sosial yang harus dijaga bersama.