fin.co.id - Di tengah sorotan publik terhadap integritas pejabat negara, Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arsul Sani kini menjadi pusat perhatian.
Aliansi Masyarakat Pemerhati Konstitusi resmi melaporkan Arsul ke Bareskrim Polri terkait dugaan penggunaan ijazah palsu dalam riwayat pendidikannya.
Pelaporan itu dilakukan pada Jumat, 14 November 2025, dengan klaim bahwa mereka telah mengantongi bukti-bukti terkait dugaan pemalsuan ijazah program doktor milik Arsul.
Namun, benarkah demikian? Bagaimana rekam jejak pendidikan Arsul Sani sebenarnya?
Menelusuri Jejak Pendidikan Arsul Sani
Arsul Sani bukan nama baru dalam dunia politik dan hukum Indonesia. Ia dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam pendidikan yang panjang dan beragam, baik di dalam maupun luar negeri. Berikut rangkuman perjalanan akademiknya:
Pendidikan Awal
-
SD Muhammadiyah Pekajangan
-
Madrasah Diniyah Islamiyah NU Panggung, Kedungwuni, Pekalongan
Perjalanan Pendidikan Tinggi
-
1982–1987: Sarjana Hukum, Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FH-UI)
-
1997 : Belajar Industrial Property Management di Japan Institute of Invention (JII), Tokyo, dengan beasiswa AOTS-Japan
-
2006 : Lulus graduate certificate module dari University of Cambridge, Inggris (Managing the Information and the Market)
-
2007 : Magister Corporate Communication, London School of Public Relations (LSPR), Jakarta
-
2009 : Lulus fellowship arbitration courses, UK; pernah menjadi anggota CIArb London–UK, SIArb, dan International Bar Association (IBA)
Pendidikan Doktoral
Program doktor Arsul dimulai di:
-
Glasgow School for Business and Society, Glasgow Caledonian University (GCU), Skotlandia
Kemudian dilanjutkan di:
-
Collegium Humanum, Warsawa – Polandia
Inilah riwayat pendidikan yang selama ini diketahui publik.