“Ayat itu menjelaskan bahwa Allah menciptakan api dari kayu yang hijau. Artinya, seluruh tanaman hijau berpotensi menjadi energi. Tinggal bagaimana kita melakukan riset mendalam untuk memanfaatkannya.”
Dengan kata lain, ayat tersebut menjadi filosofi, kerangka berpikir, sekaligus dasar eksplorasi ilmiah yang lebih luas.
Pendekatan Bobibos terbilang unik: riset ilmiah dikawinkan dengan nilai spiritual. Hal ini bukan hanya menjadi branding, tetapi benar-benar tercermin dalam proses dan arah pengembangan teknologi mereka.
1. Fokus pada Energi Berbasis Tanaman
Bobibos tengah mengembangkan teknologi untuk:
-
mengolah tanaman hijau menjadi sumber energi baru,
-
meningkatkan efisiensi ekstraksi biomassa,
-
menghasilkan bahan bakar yang lebih bersih dan rendah emisi.
2. Menjadikan Ayat Al-Qur’an sebagai Inspirasi
Bukan untuk menggantikan metode ilmiah, melainkan menjadi pemicu rasa penasaran ilmiah.
Sang founder memandang Al-Qur’an sebagai referensi moral dan petunjuk eksploratif yang mendorong peneliti bertanya lebih jauh.
3. Energi Merah Putih untuk Kemandirian Indonesia
Visi Bobibos adalah menghadirkan energi:
-
terbarukan,
-
ramah lingkungan,
-
murah,
-
dan dihasilkan dari sumber daya lokal Indonesia, yang kaya akan flora hijau.
Dengan demikian, inovasi ini diharapkan dapat meningkatkan kemandirian energi nasional dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Indonesia memiliki:
-
hutan tropis luas,
-
biodiversitas tanaman terbesar kedua di dunia,
-
potensi biomassa yang sangat besar.