Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Vietnam, 41 Orang Tewas

news.fin.co.id - 21/11/2025, 08:38 WIB

Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Vietnam, 41 Orang Tewas

Ilustrasi banjir (AI)

fin.co.id - Vietnam tengah diguncang bencana alam besar setelah hujan deras berhari-hari memicu banjir luas dan tanah longsor, menewaskan sedikitnya 41 orang. Otoritas setempat menyebut tim penyelamat masih terus berjibaku di lapangan untuk mengevakuasi warga yang terjebak, termasuk mereka yang bertahan di atap rumah akibat genangan air yang semakin tinggi.

Dalam tiga hari terakhir, curah hujan di beberapa wilayah mencapai lebih dari 150 sentimeter atau sekitar 60 inci. Wilayah yang terdampak merupakan kawasan penting, termasuk sentra produksi kopi utama Vietnam dan sejumlah destinasi pantai favorit wisatawan.

Data pemerintah menunjukkan lebih dari 52.000 rumah terendam, sementara hampir 62.000 warga terpaksa dievakuasi. Sejumlah ruas jalan penting masih tidak bisa dilalui karena longsor, dan sekitar satu juta pelanggan mengalami pemadaman listrik.

Salah satu kerusakan yang paling mencolok terjadi pada Kamis pagi ketika sebuah jembatan gantung di Sungai Da Nhim, Provinsi Lam Dong, tersapu arus banjir. Media lokal VietnamNet melaporkan bahwa jembatan tersebut hilang seluruhnya terbawa derasnya aliran sungai.

Advertisement

Foto-foto yang dirilis kantor berita AFP memperlihatkan skala kerusakan yang menghantam Nha Trang, kota wisata populer di pesisir. Ratusan kendaraan tampak tenggelam dalam air yang merendam satu blok kota penuh.

Bui Quoc Vinh, seorang pelaku usaha di Nha Trang, mengaku restoran dan tokonya yang berada di lantai dasar terendam air setinggi sekitar satu meter.

"Saya khawatir dengan perabotan di restoran dan toko saya, tetapi tentu saja saya tidak bisa berbuat apa-apa sekarang," ujarnya kepada AFP.

"Saya rasa air tidak akan segera surut, karena hujan belum berhenti."

Badan prakiraan cuaca nasional memperingatkan bahwa potensi banjir dan tanah longsor tambahan masih mungkin terjadi pada Jumat, seiring hujan deras yang diperkirakan belum akan mereda di wilayah tersebut.

Menanggapi kondisi darurat ini, Wakil Perdana Menteri Ho Quoc Dung memerintahkan pemimpin tiga provinsi terdampak, Khanh Hoa, Dak Lak, dan Gia Lai, untuk mengerahkan tentara, polisi, dan aparat keamanan demi mempercepat proses evakuasi warga ke tempat aman.

Media pemerintah melaporkan bahwa tim penyelamat di Gia Lai dan Dak Lak menggunakan perahu untuk mencapai rumah-rumah yang terendam. Dalam beberapa kasus, petugas terpaksa memecah atap atau membuka paksa jendela guna menolong warga yang terjebak banjir tinggi pada Rabu.

Di Provinsi Khanh Hoa, seorang warga menyampaikan seruan darurat melalui halaman Facebook lokal.

"Kelompok mana pun di luar sana, tolong bantu! Kami sudah duduk di atap sejak pukul 22.00 tadi malam, termasuk anak-anak dan orang dewasa," tulisnya.

Advertisement

Menurut kantor statistik nasional, bencana alam telah menewaskan atau membuat hilang 279 orang di Vietnam sepanjang Januari hingga Oktober, dengan total kerugian material mencapai lebih dari 2 miliar dolar. Negara Asia Tenggara ini memang rentan terhadap hujan deras pada periode Juni hingga September, namun para ahli menilai krisis iklim membuat kejadian cuaca ekstrem semakin sering dan lebih merusak.

Source: Akjazeera

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Penulis FIN.CO.ID