Kondisi Belum Stabil, ABH Kasus Ledakan SMAN 72 Belum Bisa Diperiksa Polisi

news.fin.co.id - 21/11/2025, 13:49 WIB

Kondisi Belum Stabil, ABH Kasus Ledakan SMAN 72 Belum Bisa Diperiksa Polisi

fin.co.id - Penyidik Polda Metro Jaya hingga kini belum dapat meminta keterangan dari Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH) terkait kasus ledakan di SMAN 72 Jakarta. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto menjelaskan, kondisi kesehatan ABH belum memungkinkan untuk menjalani pemeriksaan.

Menurutnya, ABH baru dua hari lepas dari pemasangan selang makan dan masih mengalami gejala sisa seperti mual, pusing, serta kondisi mental yang belum stabil. Dokter menyebut pelaku masih dalam fase adaptasi sehingga belum siap menghadapi pemeriksaan intensif.

“Dia baru lepas selang makan dua hari lalu. Jadi masih beradaptasi, masih ada rasa mual, pusing. Dokternya bilang dia masih bengong, kadang ngomong sebentar, belum pulih sepenuhnya. Makanya belum layak dimintai keterangan,” kata Budi, Jumat, 21 November 2025.

Meski ABH belum bisa dimintai keterangan, penyidik tetap melanjutkan pemeriksaan terhadap saksi lainnya. Pemeriksaan dilakukan secara maraton, mulai dari korban, keluarga, pihak sekolah, hingga ahli dari Labfor dan tenaga medis.

Advertisement

Begitu dokter menyatakan ABH siap diperiksa, polisi akan berkoordinasi dengan Balai Pemasyarakatan (Bapas), Dinas Sosial, dan KPAI, mengingat status yang bersangkutan adalah anak di bawah umur sehingga seluruh proses harus didampingi.

Korban lainnya juga telah menjalani pemeriksaan, namun pendalaman dilakukan secara bertahap karena mereka masih mengalami trauma.

“Pasti masih trauma. Mereka juga korban. Jadi pendalaman belum bisa dilakukan secara dalam, masih pelan-pelan,” ungkap Budi.

Untuk membantu pemulihan psikologis ABH dan para korban, berbagai lembaga ikut memberikan pendampingan, termasuk APSIFOR, Himpsi, dan sejumlah pemangku kepentingan lainnya.

“Oh iya, dengan APSIFOR, Himpsi, dan semua stakeholder terkait terlibat memberikan pendampingan,” ujarnya.

Penyidik juga memeriksa orang tua dan kakak ABH. Berdasarkan pemeriksaan, keluarga tidak melihat adanya perubahan perilaku ataupun tanda-tanda mencurigakan dari anak tersebut.

“Yang digali itu sifat dan gelagat ABH sehari-hari. Secara umum nggak ada perubahan. Dia memang pendiem, baik di sekolah maupun di rumah,” jelas Budi.

Keluarga pun tidak merasa curiga terhadap sejumlah paket yang diterima ABH, yang ternyata terkait dengan bahan peledak. ABH menyampaikan kepada keluarganya bahwa paket tersebut berhubungan dengan kegiatan ekstrakurikuler dan perbaikan laptop.

“Kata ABH ke orang tuanya, laptop rusak dan paket-paket itu buat ekstra kurikuler sekolah. Jadi keluarga menyimpannya tanpa kecurigaan,” imbuhnya.

Advertisement

Budi membenarkan dugaan bahwa bahan peledak diperoleh melalui pembelian daring, meski detailnya masih dalam pendalaman.

“Iya seperti itu. Karena orang tuanya juga yang menerima paket. Tapi detailnya masih didalami,” katanya.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID