fin.co.id - Wakil Menteri Kesehatan RI Dante Saksono Harbuwono meresmikan layanan Panel Diagnosis Genetik Maturity-Onset Diabetes of the Young (MODY), atau GENMODY, di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Layanan ini dihadirkan untuk membantu identifikasi tipe diabetes yang dipicu faktor genetik, terutama pada anak, remaja, dan dewasa muda.
Terapi Lebih Tepat Berkat Deteksi Genetik
Dalam peluncurannya, Wamenkes Dante menegaskan peran penting GENMODY dalam menyediakan pendekatan pengobatan yang lebih akurat bagi pasien diabetes di usia muda.
“Tahun ini kita mengeluarkan panel pemeriksaan Gen Moody. Kenapa Gen Moody ini penting? Karena Gen Moody pasien-pasien itu diabetes semakin lama, semakin mudah,” ujarnya pada Jumat, 21 November 2025.
Ia menjelaskan bahwa pemeriksaan genetik yang dahulu harus dilakukan di luar negeri, kini sudah dapat dilakukan di Indonesia.
GENMODY memberikan kemampuan untuk mengetahui mutasi gen tertentu pada pasien dan keluarganya. Dengan deteksi tersebut, pengobatan dapat disesuaikan, mulai dari perubahan gaya hidup hingga pemilihan obat yang dosis maupun jenisnya disesuaikan dengan karakter genetik masing-masing.
MODY: Diabetes Genetik yang Kerap Salah Diagnosis
MODY merupakan diabetes monogenik yang diwariskan secara autosomal dominan dan sering keliru diklasifikasikan sebagai Diabetes Tipe 1 atau Tipe 2. Padahal, pendekatan terapinya berbeda.
Beberapa poin penting terkait MODY:
1. Diagnosis Genetik Sangat Krusial
Sekitar 80% kasus MODY dilaporkan salah diagnosis. Padahal, subtipe MODY menentukan terapi.
– MODY 2 (GCK) biasanya cukup ditangani dengan pengaturan pola makan.
– MODY 3 (HNF1A) sering kali merespons sangat baik terhadap obat sulfonilurea tanpa memerlukan insulin.
2. Siapa yang Perlu Tes GENMODY?
Panel ini menyasar pasien diabetes berusia di bawah 25 tahun, memiliki riwayat keluarga kuat, berat badan normal, dan tidak membutuhkan insulin jangka panjang.