Banjarnegara Berduka: Kemensos Turun Tangan, Program Pemulihan Dijalankan

news.fin.co.id - 22/11/2025, 22:08 WIB

Banjarnegara Berduka: Kemensos Turun Tangan, Program Pemulihan Dijalankan

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul di Tangerang. Foto: Candra Pratama

fin.co.id - Kementerian Sosial (Kemensos) kembali menyalurkan bantuan logistik sebagai bagian dari dukungan pemulihan awal bagi warga yang terdampak bencana longsor di Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah.

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf alias Gus Ipul mengatakan nilai bantuan logistik yang dikirimkan berada pada kisaran Rp500–700 juta, meskipun angkanya masih terus bergerak mengikuti kebutuhan di lapangan.

“Total pastinya saya lupa, tapi sekitar 500 sampai 700 juta. Itu pun masih dinamis,” ujar Saifullah Yusuf di Tangerang, Sabtu, 22 November 2026.

Ia menjelaskan bahwa selain dukungan logistik darurat, Kemensos juga menyiapkan bantuan sosial adaptif untuk mendukung pemulihan para penyintas. Bantuan tersebut diberikan beriringan dengan layanan dukungan psikososial, dapur umum, serta pemenuhan kebutuhan mendesak yang diperlukan para pengungsi.

Advertisement

“Bukan hanya bantuan yang terkait fase darurat, tetapi setelah itu juga ada program pemberdayaan,” jelasnya.

Menteri yang akrab disapa Gus Ipul itu menegaskan bahwa pemerintah terus melakukan penanganan darurat, termasuk membagikan logistik dan menyalurkan santunan bagi korban meninggal dunia.

“Kami memberikan dukungan sepenuhnya, dan setelah masa darurat selesai, kami akan masuk pada tahap pemberdayaan,” katanya.

Kemensos telah menyalurkan berbagai jenis bantuan logistik, seperti makanan siap santap, makanan anak, lauk siap konsumsi, tenda keluarga, tenda gulung, matras, tenda serbaguna, selimut, perlengkapan keluarga, peralatan makan, serta beras. Total nilainya sekitar Rp250 juta.

Penyaluran dilakukan melalui kerja sama antara kementerian/lembaga di tingkat pusat dengan Pemerintah Kabupaten Banjarnegara dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Menurut data Kemensos, jumlah warga terdampak mencapai 823 jiwa. Seluruhnya telah dievakuasi ke tiga lokasi pengungsian: Kantor Kecamatan Pandanarum, GOR Desa Pringamba, dan GOR Desa Baji.

Data sementara menunjukkan dua korban meninggal dunia dan sepuluh orang mengalami luka-luka. Selain itu, masih ada 27 warga yang belum ditemukan dan tengah dicari oleh tim gabungan di lokasi bencana.

Kerosakan material juga tercatat signifikan, dengan 30 rumah tertimbun longsor dan 195 rumah berada dalam kondisi terancam di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, akibat tanah yang belum stabil.

“Untuk korban meninggal ada santunan bagi ahli waris, dan yang luka-luka juga akan kami bantu,” tegasnya.

Advertisement

(Candra Pratama)

Mihardi
Mihardi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID