fin.co.id - Aliran lahar dingin dari Gunung Semeru kembali menunjukkan peningkatan, kini sudah mencapai kawasan Gladak Perak, sekitar 13 kilometer dari puncak gunung.
Kepala Tim Mitigasi Gunung Api Badan Geologi, Heruningtyas, hujan deras memicu gundukan material vulkanik di lereng Semeru kembali meluncur mengikuti aliran air.
Menurutnya, sekitar pukul 10.50 WIB, aliran lahar dari puncak gunung Semeru mulai terpantau di Kali Lanang.
Hanya enam menit berselang, arus material tersebut sudah bergeser hingga Gladak Perak, salah satu zona rawan yang berada di sepanjang jalur aliran sungai.
"Lahar sudah mencapai Gladak Perak," ujar Heruningtyas dalam laporan tertulis yang dibagikan.
Kondisi ini membuat warga yang tinggal di sekitar bantaran sungai diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan turun dengan intensitas tinggi.
"Mohon warga yang beraktivitas di sekitar daerah aliran sungai meningkatkan kewaspadaan. Potensi banjir lahar maupun awan panas bisa terjadi sewaktu-waktu," ucapnya.
Pergerakan material vulkanik ini makin cepat setelah hujan berintensitas tinggi mengguyur wilayah sekitar Semeru sejak Sabtu 22 November 2025 pagi.