Internasional . 28/11/2025, 21:42 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Kamban Wongpanya (67) menceritakan kondisi yang mengerikan saat banjir mencapai lantai dua rumahnya.
“Air naik sampai plafon. Sekarang sudah turun, tapi arus di jalan masih sangat deras. Saya belum bisa pulang,” katanya.
Para pelaku UMKM di wilayah ini pun ikut terpukul. Chayaphol Promkleng, pemilik toko kecil di Hat Yai, mengalami kerugian besar.
“Banjir awalnya cuma setinggi mata kaki. Besoknya, toko saya terendam setinggi pinggang. Saya kehilangan segalanya,” ujarnya.
Pemerintah Thailand telah mengumumkan paket bantuan sekitar 280 dollar AS per rumah tangga. Namun, banyak warga mengaku jumlah itu jauh dari cukup.
Malaysia Ikut Terdampak
Di Malaysia, banjir melanda Negara Bagian Perlis, terutama kawasan ibu kota Kangar. Pasukan Pertahanan Sipil Malaysia melakukan evakuasi besar-besaran menggunakan perahu untuk menyelamatkan warga lanjut usia dan masyarakat dengan kondisi kesehatan yang rentan.
Hingga saat ini, dua orang dilaporkan meninggal dunia. Pemerintah memperingatkan kemungkinan hujan lebat susulan dalam beberapa hari ke depan.
Ali Mat Isa, warga setempat, menceritakan bagaimana ia harus menggendong istrinya yang sakit ke lantai dua saat air mulai naik pada malam hari.
“Saya tidak bisa ke pusat pengungsian karena kondisi istri saya. Air naik cepat sekali,” katanya ketika dievakuasi dengan perahu.
Banjir yang melanda kawasan perumahan membuat ribuan warga masih harus bertahan dalam kondisi sulit, dengan air setinggi pinggang dan aliran air yang cukup kuat.
Banjir Lintas Negara yang Mengguncang Asia Tenggara
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media