Satgas PKH Dalami Dugaan Pembalakan Liar Buntut Banjir Bandang Aceh dan Sumatera

news.fin.co.id - 02/12/2025, 15:00 WIB

Satgas PKH Dalami Dugaan Pembalakan Liar Buntut Banjir Bandang Aceh dan Sumatera

Tim SAR gabungan berhasil evakuasi 9 korban banjir bandang Malalak, Agam, meski medan berat dan hujan deras. Foto: ANTARA/ Muhammad Zulfikar.

fin.co.id - Banjir bandang yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, hingga Sumatera Barat diduga akibat aksi pembalakan liar. 

Satgas Penertiban Kawasan Hutan (PKH) akan mendalami dugaan aksi pembalakan liar di balik terjadinya banjir bandang pada wilayah tersebut.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejaksaan Agung (Kejagung) RI, Anang Supriatna, Selasa 2 Desember 2025.

"Yang jelas nantikan dari fakta-fakta di media maksudnya nanti akan didalami. Apakah itu memang bencana alam seperti apa," ujar Anang.

Advertisement

Anang mengemukakan, saat ini pihaknya masih menggali dan mengumpulkan fakta-fakta terkait dugaan isu tersebut. Apabila ditemukan pelanggaran, maka akan diseret ke meja hukum.

"Kita lihat perkembangan berikutnya. Yang ketika nanti ada di situ, ada unsur kesengajaan, pastinya penegak hukum ke depan akan mengambil tindakan hukum," ucapnya.

Saat disinggung kinerja satgas PKH terkait apakah pernah menyelidiki kasus pembalakan liar di Pulau Sumatera, Anang bilang, pada periode Agustus 2025, hampir 3 juta hektare perkebunan telah ditanganinya.

"Nah itu yang diambil, itu kan kemarin sampai periode Agustus hampir 3 juta hektare dari perkebunan aja. Kemudian sekarang dari tambang juga," imbuhnya.

"Di samping juga yang memang sudah berjalan produksi mungkin nanti berjalan, tetapi dengan memperhatikan ekosistem di wilayah tersebut," sambung Anang.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) kembali merilis data terbaru terkait banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah Sumatera.

Hingga Senin petang, 1 Desember 2025, jumlah warga meninggal mencapai 604 orang, sementara 464 orang masih hilang dan lebih dari 570.000 warga mengungsi.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID