Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

news.fin.co.id - 07/12/2025, 16:47 WIB

Gunung Semeru Meletus Empat Kali dalam Sehari, Kolom Abu Capai 1 Kilometer

Gunung Semeru erupsi empat kali, kolom abu capai 1 km. Foto: ANTARA/ PVMBG.

fin.co.id - Gunung Semeru, gunung tertinggi di Pulau Jawa yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik yang mengkhawatirkan. Pada Minggu, gunung berapi ini tercatat mengalami empat kali erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1 kilometer di atas puncak. Aktivitas ini menimbulkan risiko bagi masyarakat sekitar, terutama yang tinggal di jalur aliran sungai di sekitar Semeru.

Erupsi pertama tercatat pada pukul 04.14 WIB, dengan kolom abu berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke selatan dan barat daya. Tinggi letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak, dan tercatat di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm serta durasi 124 detik.

Tak sampai satu jam kemudian, pukul 05.10 WIB, Semeru kembali meletus. Kolom abu kali ini lebih tinggi, mencapai 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut. Intensitas abu tetap tebal dan arah penyebaran sama, yakni ke selatan dan barat daya. Seismograf merekam amplitudo maksimum 22 mm dengan durasi 153 detik, menandakan letusan ini sedikit lebih lama dibanding erupsi pertama.

Erupsi ketiga terjadi pada pukul 07.12 WIB, dengan ketinggian kolom abu yang sama, 1.000 meter. Kali ini arah abu dominan ke barat daya, sementara amplitudo seismograf tetap 22 mm, tetapi durasinya sedikit lebih lama, 156 detik.

Advertisement

Menjelang sore, pukul 14.19 WIB, Semeru kembali menunjukkan aktivitas. Meski visual letusan tidak terlihat, seismograf mencatat amplitudo maksimum 21 mm selama 102 detik, menunjukkan erupsi kecil namun tetap berisiko.

PVMBG menetapkan status Gunung Semeru pada Level III (Siaga). Petugas mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 km dari puncak, yang menjadi pusat erupsi. Selain itu, warga harus menghindari tepi sungai sejauh 500 meter dari Besuk Kobokan karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau 17 km dari puncak.

Ancaman tidak hanya pada radius 13 km. Aktivitas di radius 5 km dari kawah juga berbahaya karena risiko lontaran batu pijar. Warga perlu ekstra waspada terhadap awan panas guguran (APG), guguran lava, dan lahar di aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak, termasuk sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. Bahkan sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan berpotensi terdampak.

Fenomena ini menjadi pengingat bagi masyarakat dan wisatawan bahwa Gunung Semeru tetap aktif dan berisiko tinggi. Aktivitas vulkanik yang terjadi secara berturut-turut dalam satu hari membuat wilayah di sekitar gunung rawan bencana. Kesadaran akan bahaya letusan, awan panas, dan lahar sangat penting untuk keselamatan.

Masyarakat disarankan selalu mengikuti informasi resmi dari PVMBG dan menghindari jalur berbahaya. Pemantauan secara berkala akan membantu mengantisipasi potensi bahaya yang bisa muncul tiba-tiba. Apalagi, letusan Semeru yang bisa terjadi beberapa kali dalam sehari menegaskan pentingnya kewaspadaan tinggi bagi warga di sekitarnya. (ANTARA)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID