Alat Berat Tembus Akses Terisolasi di Aceh Tengah, Warga Mulai Bernapas Lega

news.fin.co.id - 11/12/2025, 15:49 WIB

Alat Berat Tembus Akses Terisolasi di Aceh Tengah, Warga Mulai Bernapas Lega

Alat berat mulai menerobos akses di Aceh Tengah setelah banjir dan longsor. Warga berharap aktivitas segera pulih. Foto: ANTARA/Kurnia Muhadi.

fin.co.id - Tiga desa di Kabupaten Aceh Tengah akhirnya mulai bernafas lega. Setelah lebih dari satu minggu terisolasi akibat banjir dan tanah longsor, alat berat ekskavator mulai menerobos kawasan yang tertutup material longsoran. Harapan untuk kembali beraktivitas secara normal pun mulai muncul.

Ketua DPRK Aceh Tengah, Fitriana Mugie, memastikan pekerjaan di lapangan sudah bergerak sejak Kamis. Ia langsung turun ke lokasi untuk memantau jalannya pembersihan jalur yang tertutup material tanah, batu, hingga kayu besar.

“Alat berat sudah mulai kerja hari ini. Kita doakan semoga semuanya lancar supaya masyarakat bisa beraktivitas normal kembali,” ujarnya.

Langkah ini menjadi kabar penting bagi warga yang selama sepekan lebih hidup terkurung di wilayah mereka tanpa akses keluar. Kondisi itu membuat distribusi logistik tersendat dan mobilitas warga nyaris lumpuh total.

Advertisement

12 Titik Longsor Lumpuhkan Tiga Desa

Fitriana menjelaskan, terdapat 12 titik longsor yang menutup jalan utama. Seluruh titik itu tersebar di tiga desa, yakni:

  • Kampung Tapak Moge Induk
  • Kampung Tapak Moge Timur
  • Kampung Ulu Nuwih

Kerusakan ini membuat jalur antardesa benar-benar terhenti. Warga tidak bisa keluar masuk, bahkan untuk kebutuhan mendesak sekalipun.

Melihat situasi itu, Fitriana mengaku segera mengambil inisiatif mendorong percepatan pembukaan akses. Ia menilai, warga terlalu lama menunggu dan membutuhkan kepastian agar aktivitas harian dapat berjalan normal kembali.

“Makanya, saya berinisiatif untuk terobos, kasihan masyarakat sudah seminggu lebih terkurung di desanya,” katanya.

Target Dua Hari: Jalur Dibuka, Akses Pulih

Menurutnya, proses pembersihan material longsor ditargetkan tuntas dalam dua hari ke depan. Dengan demikian, jalur transportasi yang selama ini lumpuh bisa segera digunakan kembali.

Pekerjaan ini berlangsung intensif karena setiap titik longsor memiliki karakteristik berbeda. Ada yang tertutup material berat, ada juga yang membutuhkan penggalian lebih dalam sebelum jalur aman dilalui kembali.

Advertisement

Meski begitu, Fitriana optimistis proses pembukaan jalur bisa selesai sesuai target, terutama karena tim lapangan bergerak cepat sejak alat berat tiba.

Tinjauan Lapangan dan Bantuan Langsung untuk Warga

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID