fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan permintaan maaf kepada warga Aceh terkait belum meratanya pasokan listrik pasca banjir bandang yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025. Permintaan maaf itu disampaikan saat kunjungannya yang kedua ke Aceh, Jumat, 12 Desember 2025.
"Pemerintah akan turun akan membantu semuanya, saya minta maaf kalau masih ada yang belum, kita sedang bekerja keras, mungkin listrik yang belum ya," ujar Prabowo.
Ia menambahkan bahwa pemerintah tengah berupaya mengatasi kondisi ini secara bersama-sama.
"Kita berusaha kita tahu di lapangan sangat sulit, keadaannya sulit jadi kita atasi bersama, saya kira itu saja, ya mudah-mudahan kalian cepat pulih, cepat kembali, cepat normal," imbuhnya.
Berdasarkan laporan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) hingga 11 Desember 2025, pemulihan listrik di Aceh baru mencapai 36 persen. Pemerintah menargetkan Tower Emergency Brandan-Langsa, yang menghubungkan Banda Aceh dengan backbone kelistrikan Sumatra, dapat pulih dan energize pada Minggu, 14 Desember 2025.
"Tower Emergency Brandan-Langsa apabila selesai maka Banda Aceh tersambung dengan backbone Sumatra. Ditargetkan Minggu, 14 Desember energize," jelas Ketua Tim ESDM Siaga Bencana, Rudy Sufahriadi.
Sebagai perbandingan, Sumatera Utara hampir sepenuhnya pulih dengan 99,8 persen, sedangkan Sumatera Barat telah kembali menyala 100 persen sejak 5 Desember 2025.
(Anisha Aprilia)