Nasional . 13/12/2025, 21:06 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
“Apabila dalam waktu tiga bulan ke depan tidak ada kesepakatan dan tidak terselenggara MLB, maka Forum Kiai NU Jawa akan mengambil langkah darurat berupa pembentukan PBNU Tandingan,” kata Gus Faris.
Ancaman pembentukan PBNU tandingan menjadi sinyal betapa seriusnya kegelisahan para kiai terhadap arah organisasi saat ini. Langkah tersebut tentu berisiko memperdalam fragmentasi di tubuh NU, namun dinilai sebagai opsi terakhir demi menyelamatkan marwah jam’iyyah.
Konflik di level elite PBNU tidak hanya berdampak pada struktur organisasi, tetapi juga dirasakan hingga akar rumput. Banyak warga NU di daerah mengaku bingung melihat dualisme sikap dan narasi yang berkembang di internal pengurus pusat.
Forum Kiai NU Jawa menilai, jika konflik ini terus dibiarkan tanpa penyelesaian konstitusional, NU berpotensi kehilangan fokus dalam menjalankan peran strategisnya di bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan kebangsaan.
Desakan MLB mencerminkan kegelisahan kolektif para kiai yang ingin NU kembali pada khittah sebagai organisasi keagamaan yang menjunjung tinggi musyawarah, akhlakul karimah, dan persatuan.
Bagi Forum Kiai NU Jawa, Muktamar Luar Biasa bukanlah ancaman, melainkan mekanisme sah yang disediakan organisasi untuk merawat demokrasi internal dan menjaga soliditas jam’iyyah.
Kini, bola panas berada di tangan elite PBNU. Apakah desakan para kiai akan direspons dengan langkah rekonsiliasi, atau justru konflik akan memasuki babak baru dengan munculnya PBNU tandingan? Waktu tiga bulan ke depan akan menjadi penentu arah Nahdlatul Ulama ke depan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media