Thailand Berlakukan Darurat Militer Terkait Konflik dengan Kamboja

news.fin.co.id - 14/12/2025, 18:31 WIB

Thailand Berlakukan Darurat Militer Terkait Konflik dengan Kamboja

Tentara Kamboja dengan kendaraan lapis baja (ANTARA/REUTERS/Stringer)

fin.co.id - Thailand pada Minggu (14/12) memberlakukan darurat militer dan jam malam di sejumlah distrik di tengah meningkatnya ketegangan dengan Kamboja.

Harian lokal Khaosod melaporkan seorang prajurit Angkatan Darat (AD) Thailand tewas saat bertugas di dekat perbatasan akibat serangan roket BM-21 pada hari yang sama.

Juru bicara Kementerian Pertahanan (Kemhan) Thailand Surasant Kongsiri mengatakan, jam malam diberlakukan di empat distrik di Provinsi Trat dan pertempuran masih berlangsung di sepanjang perbatasan, menurut laporan Bangkok Post.

Advertisement

Status darurat militer memberikan kewenangan kepada aparat untuk menahan individu atau melakukan penggeledahan terhadap orang, kendaraan, atau bangunan yang dianggap menimbulkan ancaman keamanan.

Pasukan marinir Thailand berhasil merebut kembali sebagian besar wilayah Ban Sam Lang dan Ban Nong Ree di Cham Rak, Muang, setelah pertempuran sengit dengan pasukan Kamboja, Thai PBS melaporkan.

Kepada media itu, Panglima Tertinggi AD Thailand Jenderal Chaiyapruek Duangprapat mengatakan bahwa tujuan utama mereka adalah memastikan "Kamboja tidak akan menjadi ancaman militer bagi Thailand dalam waktu yang lama".

Di lain pihak, Kemhan Kamboja menyatakan militer Thailand melakukan serangan ke sejumlah desa menggunakan tembakan artileri, pengeboman dari jet tempur F-16, serta pergerakan pasukan infanteri, menurut laporan Khmer Times.

Sementara itu, upaya mendamaikan kedua negara bertetangga itu terus diupayakan oleh berbagai pihak.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim mengatakan di platform X bahwa dia telah melakukan pembicaraan terpisah dengan PM Kamboja Hun Manet dan PM Thailand Anutin Charnvirakul, serta mendesak kedua pihak yang bertikai untuk menghentikan permusuhan.

"Saya telah meminta pengerahan Tim Pengamat ASEAN (AOT) yang dipimpin Panglima Angkatan Bersenjata Malaysia untuk memantau perkembangan di lapangan," kata Anwar.

Dia menambahkan bahwa misi tersebut akan "dilengkapi" dengan kemampuan pemantauan satelit AS.

Namun, kata Anwar, PM Anutin membantah gencatan senjata akan dilakukan pada waktu yang ditetapkan karena perundingan gencatan senjata dengan Kamboja belum saatnya untuk dilakukan, menurut laporan Thai Enquirer.

Advertisement

Di sisi lain, PM Hun Manet mengatakan pada Sabtu di Facebook bahwa Kamboja "menyambut dan mendukung inisiatif" gencatan senjata oleh Anwar.

Bentrokan di perbatasan Thailand-Kamboja telah menyebabkan sekitar 700.000 orang mengungsi di kedua sisi perbatasan. Jumlah korban tewas telah bertambah menjadi 34 orang sejak Senin, menurut pejabat dan media setempat.

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Penulis FIN.CO.ID