Nasional . 17/12/2025, 21:37 WIB

Potret Nyata IKN 2025: Penduduk Tembus 147 Ribu Jiwa, Anak Muda Kuasai Ibu Kota Baru!

Penulis : Derry Sutardi  |  Editor : Derry Sutardi

fin.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis gambaran terbaru mengenai kondisi kependudukan di wilayah deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN). Hingga tahun 2025, jumlah penduduk yang bermukim di kawasan calon ibu kota negara tersebut tercatat mencapai 147.430 jiwa, atau setara dengan 43.293 rumah tangga.

Data ini diperoleh melalui Pendataan Penduduk Ibu Kota Nusantara (PPIKN) 2025, yang melibatkan 856 petugas pencacah lapangan. Pendataan ini menjadi rujukan penting untuk melihat kesiapan sosial dan demografis IKN sebagai pusat pemerintahan baru Indonesia.

“Berdasarkan hasil pendataan PPIKN 2025, penduduk di wilayah deliniasi IKN tercatat sebanyak 147.427 jiwa atau 43.293 rumah tangga,” ujar Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasant.

Jika ditinjau dari struktur generasi, penduduk IKN didominasi oleh Generasi Z dan Generasi Milenial. Dua kelompok usia ini mencakup lebih dari setengah total populasi, mencerminkan kuatnya komposisi penduduk usia muda dan produktif.

Menurut Amalia, kondisi ini menjadi modal strategis bagi pembangunan jangka panjang IKN sebagai kota modern yang berbasis inovasi dan pertumbuhan berkelanjutan.

“Komposisi ini menunjukkan bahwa IKN memiliki potensi penduduk produktif yang besar untuk mendukung pembangunan kota baru yang modern dan dinamis,” jelasnya.

Dari sisi sebaran geografis, kepadatan penduduk tertinggi tercatat berada di Desa Samboja Kuala, Desa Muara Jawa Ulu, Desa Muara Jawa Pesisir, dan Desa Telemow. Di wilayah-wilayah ini, kepadatan penduduk telah melampaui 400 jiwa per kilometer persegi.

Kawasan tersebut kini menjadi pusat aktivitas masyarakat dan dinilai layak menjadi prioritas dalam penyediaan layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga infrastruktur pendukung pembangunan IKN ke depan.

BPS juga mencatat bahwa 67,91 persen penduduk IKN berada pada usia produktif (15–64 tahun). Dengan komposisi tersebut, rasio ketergantungan di IKN tercatat sebesar 47,25.

Artinya, setiap 100 penduduk usia produktif menanggung sekitar 47–48 penduduk usia non-produktif. Angka ini menunjukkan bahwa IKN saat ini berada dalam fase bonus demografi, kondisi ideal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial.

Dari sisi jenis kelamin, jumlah penduduk laki-laki lebih banyak dibandingkan perempuan. BPS menduga kondisi ini erat kaitannya dengan aktivitas pembangunan, di mana masih banyak pekerja konstruksi yang bermigrasi ke wilayah IKN.

Kondisi ini diperkirakan akan terus berubah seiring bertambahnya fasilitas permukiman dan layanan sosial yang mendorong migrasi keluarga ke kawasan IKN.

Untuk indikator fertilitas, total fertility rate (TFR) di IKN pada 2025 tercatat sebesar 2,14. Artinya, perempuan di IKN rata-rata melahirkan dua hingga tiga anak selama masa reproduksinya, angka yang sudah mendekati replacement level.

Puncak kelahiran tertinggi terjadi pada kelompok perempuan usia 25–29 tahun, dengan sekitar 126–127 kelahiran hidup per 1.000 perempuan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com