Dihantui Trauma Perang, Puluhan Tentara Israel Pilih Bunuh Diri

news.fin.co.id - 19/12/2025, 10:30 WIB

Dihantui Trauma Perang, Puluhan Tentara Israel Pilih Bunuh Diri

Sejumlah bangkai tank tentara Israel di Gaza

fin.co.id – Tekanan psikologis di internal militer Israel terus memakan korban jiwa. Seorang tentara dilaporkan tewas setelah melakukan tindakan bunuh diri di sebuah pangkalan militer di wilayah Israel utara. Insiden tragis ini menambah panjang daftar tentara yang mengakhiri hidupnya menjadi 61 orang sejak pecahnya perang di Jalur Gaza pada Oktober 2023.

Laporan surat kabar lokal Haaretz menyebutkan bahwa tentara yang tengah menjalani masa wajib militer tersebut ditemukan dalam kondisi kritis akibat luka tembak yang dilakukan sendiri. Meski sempat dilarikan ke rumah sakit pada Selasa malam, nyawanya tidak tertolong. Menanggapi peristiwa tersebut, pihak militer mengonfirmasi telah menurunkan polisi militer untuk melakukan investigasi mendalam guna menyelidiki penyebab insiden di pangkalan tersebut.

Data yang dirilis oleh Pusat Penelitian dan Informasi Knesset menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Terhitung sejak awal tahun 2024 hingga Juli 2025, tercatat sebanyak 279 tentara Israel melakukan percobaan bunuh diri. Statistik ini merepresentasikan rasio yang memprihatinkan, di mana satu dari setiap tujuh percobaan berakhir dengan kematian.

Secara kumulatif, militer Israel mengonfirmasi 48 personelnya tewas bunuh diri saat sedang menjalankan dinas militer sejak awal konflik. Namun, angka tersebut membengkak jika menyertakan 13 tentara lainnya yang mengakhiri hidup di luar masa dinas akibat masalah psikologis akut, sehingga total korban jiwa mencapai 61 orang. Sepanjang tahun 2024 saja, 20 tentara dilaporkan tewas karena bunuh diri, sementara 16 lainnya tercatat dalam periode awal tahun ini hingga Juli 2025.

Kepala Staf Israel, Eyal Zamir, secara terbuka mengakui adanya krisis kesehatan mental yang menggerogoti pasukannya. Ia mengungkapkan bahwa ribuan tentara saat ini tengah menjalani perawatan psikologis intensif. Zamir mendesak jajaran komandan di lapangan untuk lebih peka dalam mendeteksi gejala gangguan mental pada unit masing-masing agar penanganan medis dapat segera dilakukan.

Krisis ini juga tecermin dari data Departemen Rehabilitasi Kementerian Pertahanan. Berdasarkan laporan lembaga penyiaran publik KAN, dari sekitar 19.000 tentara yang terluka dalam pertempuran di Gaza, hampir 10.000 di antaranya menderita gangguan psikologis serius, termasuk gangguan stres pasca-trauma (Post-Traumatic Stress Disorder/PTSD).

Di sisi lain, agresi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023 telah menyebabkan kehancuran total di wilayah kantong tersebut. Hingga saat ini, tercatat hampir 70.700 korban jiwa, yang mayoritas di antaranya adalah perempuan dan anak-anak, sementara lebih dari 171.000 orang lainnya mengalami luka-luka. *

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca