Geger! Oknum Guru Tega Ejek Pria Tuna Wicara Saat Live, Netizen: Di Mana Empatinya?

news.fin.co.id - 19/12/2025, 14:36 WIB

Geger! Oknum Guru Tega Ejek Pria Tuna Wicara Saat Live, Netizen: Di Mana Empatinya?

Video live diduga oknum guru mengejek penyandang disabilitas viral. Foto: Tangkapan Layar TikTok krisnaardiyant

fin.co.id - Media sosial kembali bergejolak. Sebuah video siaran langsung yang menampilkan seorang oknum guru diduga mengejek pria penyandang disabilitas tuna wicara bernama Cahyo mendadak viral dan langsung memicu gelombang reaksi publik. Dalam hitungan jam, tayangan tersebut menyebar luas, memantik perdebatan, sekaligus menghadirkan rasa tidak nyaman bagi banyak orang, khususnya komunitas penyandang disabilitas.

Video yang ramai beredar itu memperlihatkan interaksi antara sang oknum guru dan Cahyo. Sejumlah warganet menilai percakapan yang terjadi tidak sekadar candaan biasa. Banyak yang melihat adanya unsur ejekan yang menyinggung kondisi fisik Cahyo sebagai penyandang tuna wicara. Dari sinilah gelombang kritik bermula.

Di media sosial, respons publik mengalir deras. Warganet ramai-ramai menyuarakan kekecewaan dan kemarahan. Mereka menilai perilaku tersebut tidak pantas, apalagi terjadi dalam siaran langsung yang bisa diakses siapa saja. Ruang publik digital yang seharusnya menjadi tempat berbagi justru berubah menjadi arena yang melukai perasaan kelompok rentan.

Sorotan semakin tajam ketika status terduga pelaku sebagai seorang guru ikut mencuat. Bagi banyak orang, profesi pendidik bukan sekadar pekerjaan. Guru melekat dengan nilai empati, keteladanan, serta sikap saling menghargai. Ketika seorang pendidik tampil di ruang publik, baik secara langsung maupun melalui media sosial, publik berharap nilai-nilai tersebut tercermin dalam setiap ucapan dan tindakan.

Advertisement

Tak sedikit warganet yang menyayangkan kejadian ini. Mereka menilai kasus tersebut mencoreng esensi pendidikan yang menjunjung tinggi kemanusiaan. Apalagi, siaran langsung di media sosial pada dasarnya memiliki tujuan positif. Banyak orang memanfaatkan fitur live untuk berdiskusi, berbagi pengalaman, hingga menyampaikan pesan yang bermanfaat. Namun dalam kasus ini, siaran langsung tersebut justru memunculkan rasa tidak nyaman dan memicu kegaduhan.

Fenomena ini menunjukkan betapa sensitifnya isu disabilitas di ruang publik digital. Interaksi yang dianggap sepele oleh sebagian orang bisa berdampak besar bagi pihak lain. Warganet pun menilai bahwa candaan yang menyinggung kondisi fisik bukanlah humor, melainkan bentuk ketidakpekaan sosial. Apalagi, tayangan tersebut beredar luas dan berpotensi ditonton oleh berbagai kalangan, termasuk anak-anak.

Reaksi publik tidak berhenti pada kritik semata. Banyak pengguna media sosial juga mengingatkan pentingnya etika saat menggunakan platform digital. Di era serba live seperti sekarang, setiap ucapan bisa terekam, disebarluaskan, dan dinilai oleh publik. Kesadaran ini menjadi krusial, terutama bagi figur yang memiliki peran sosial tertentu, seperti guru. (*)

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis FIN.CO.ID