fin.co.id - Menjelang perayaan Natal, suasana di Ukraina justru diwarnai kemarahan, duka, dan kelelahan akibat perang yang tak kunjung berakhir.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky secara terbuka mengungkapkan bahwa di tengah konflik berkepanjangan dengan Rusia, banyak warga negaranya yang menyimpan harapan akan kematian Presiden Rusia Vladimir Putin.
Pernyataan emosional tersebut disampaikan Zelensky dalam pesan Malam Natal, bertepatan dengan eskalasi serangan drone besar-besaran antara Ukraina dan Rusia.
Rentetan serangan itu menjadikan malam Natal sebagai salah satu periode paling mematikan sejak perang dimulai pada Februari 2022.
Dalam pidatonya, Zelensky tidak menyebut nama Putin secara langsung, namun rujukan yang disampaikan sangat jelas menggambarkan sosok pemimpin Rusia tersebut.
Ucapannya mencerminkan kemarahan kolektif rakyat Ukraina yang telah hampir empat tahun hidup dalam bayang-bayang perang.
“Semoga dia binasa, mungkin masing-masing dari kita berpikir demikian dalam hati,” kata Zelensky, sebagaimana dikutip New York Post pada Kamis (25/12/2025).
Meski pernyataannya terdengar keras, Zelensky menegaskan bahwa keinginan rakyat Ukraina tidak berhenti pada kemarahan atau balas dendam semata. Ia menekankan bahwa tujuan utama Ukraina tetaplah perdamaian yang nyata dan berkelanjutan.
Dalam pesan Natalnya, Zelensky mengajak rakyat Ukraina untuk tetap menggantungkan harapan pada nilai kemanusiaan dan keadilan, meskipun penderitaan terus berlanjut.
“Ketika kita berpaling kepada Tuhan, kita meminta sesuatu yang lebih besar. Kita meminta perdamaian untuk Ukraina. Kita berjuang untuk itu, kita berdoa untuk itu, dan kita pantas mendapatkannya,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa rakyat Ukraina berhak hidup dalam keharmonisan, tanpa ancaman rudal, drone, maupun pemadaman listrik akibat serangan militer.