Banjir Terjang Aceh Utara, Polri Turunkan Alat Berat hingga Kirim Obat dari Jakarta

news.fin.co.id - 27/12/2025, 16:11 WIB

Banjir Terjang Aceh Utara, Polri Turunkan Alat Berat hingga Kirim Obat dari Jakarta

Polri bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Utara.

fin.co.id – Polri bergerak cepat menindaklanjuti dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh, dengan fokus utama di Kabupaten Aceh Utara. Atas instruksi langsung Kapolri, jajaran Polri diterjunkan ke lapangan untuk memastikan kebutuhan mendesak masyarakat terdampak segera terpenuhi.

Dalam peninjauan langsung yang dilakukan Wakapolri bersama Kapolda Aceh, Bupati Aceh Utara, dan Kapolres Aceh Utara, Polri menetapkan sejumlah langkah strategis guna mempercepat pemulihan pascabanjir. Salah satu wilayah yang menjadi perhatian utama adalah Kecamatan Langkahan, yang terdampak cukup parah.

"Sesuai arahan Bapak Kapolri, kami langsung melakukan pengecekan di lapangan. Dari hasil evaluasi selama satu bulan terakhir, ada beberapa kebutuhan mendesak yang harus segera ditindaklanjuti," kata Wakapolri Komjen Pol Dedy Prasetyo, Sabtu, 26 Desember 2025.

Sebagai langkah awal, Polri menyalurkan bantuan paket sembako yang didistribusikan langsung oleh Bhabinkamtibmas kepada warga terdampak. Selain itu, tujuh unit alat berat berupa ekskavator besar, ekskavator kecil, dan dump truck dikerahkan untuk membuka akses jalan serta membersihkan material sisa banjir.

Advertisement

"Fokus utama kami saat ini adalah membuka kembali akses jalan dan jembatan di Kecamatan Langkahan. Akses ini menjadi kunci percepatan pemulihan aktivitas masyarakat," ujarnya.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, Polri juga menyalurkan bantuan air bersih bagi wilayah yang masih mengalami kesulitan pasokan air. Upaya pembangunan air bor di sejumlah titik turut didorong guna memenuhi kebutuhan jangka menengah warga.

Selain itu, kebutuhan sarana ibadah seperti perlengkapan salat dan karpet musala juga disiapkan agar aktivitas keagamaan masyarakat tetap berjalan.

Di sektor kesehatan, Polri merespons laporan kerusakan berat sejumlah puskesmas dengan mengirimkan bantuan medis dari pusat. Sebanyak 60 koli berisi obat-obatan, alat kesehatan, serta perlengkapan medis telah dikirim langsung dari Jakarta.

Sementara itu, banjir juga menyebabkan bangunan Polsek Langkahan mengalami kerusakan parah hingga tidak dapat difungsikan. Untuk menunjang operasional anggota di lapangan, Polri menyiapkan perlengkapan kantor, tenda, serta kendaraan dinas pengganti.

"Seluruh kendaraan roda dua rusak berat dan tidak dapat digunakan. Kami mendatangkan 20 unit motor trail dari Medan serta dua mobil double cabin untuk menunjang mobilitas anggota di lapangan," jelasnya.

Sebanyak 30 tenda besar turut disiagakan untuk memenuhi kebutuhan pengungsi. Polri menargetkan seluruh kebutuhan mendesak yang telah diidentifikasi dapat terpenuhi hingga akhir Desember, termasuk kesiapan menghadapi bulan suci Ramadan.

Polri juga mencatat adanya dua waduk yang jebol serta sejumlah jembatan putus akibat banjir. Sebagai langkah darurat, pembangunan jembatan kecil dengan kapasitas di bawah satu ton akan segera dilakukan untuk membuka kembali akses warga.

"Yang paling krusial saat ini adalah akses jalan dan jembatan. Jika akses terbuka, proses pemulihan akan berjalan jauh lebih cepat," paparnya.

Advertisement

Untuk memperkuat pengamanan sekaligus misi kemanusiaan, Polri mengerahkan 190 personel Brimob, dengan rincian 100 personel ditempatkan di Aceh Utara dan 90 personel di Lhokseumawe, lengkap dengan peralatan pendukung.

Selain Aceh Utara, Polri juga memberi perhatian khusus pada wilayah Aceh Tamiang yang turut terdampak cukup parah, termasuk kerusakan fasilitas Polres dan asrama anggota.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID