fin.co.id - Kepala Bidang (Kabid) Penyediaan dan Pengembangan Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang Bambang Purnama menyebut, lahan jagung Polri di Desa Bantar Panjang, Kecamatan Tigaraksa, masih dalam proses tanam.
Menurutnya, lahan jagung program ketahanan pangan tersebut tidak gagal panen dan masih on progres. Tetapi, faktor cuaca ekstrem serta karakteristik tanah mempengaruhi pertumbuhan tanaman yang dianggap alami dalam proses pertanian.
“Setiap tahapan penanaman harus selektif. Namun perlu kami sampaikan, pengolahan lahan sudah dilakukan secara maksimal dan sistematis dengan memperhatikan karakteristik unsur dari tanahnya sendiri,” ujarnya dalam keterangan klarifikasi yang diterima FIN pada, Jumat (2/1/2026).
Senada, Staf Bidang Sarana Pertanian DPKP Kabupaten Tangerang, Sjahrir, menuturkan, dalam praktik pertanian, untuk mencapai hasil panen 100 persen tanpa kendala itu sangat jarang.
"Faktor cuaca ekstrem seperti sekarang ini sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman," ucapnya.
Sementara, Direktur Utama PT MSD Corpora Made Suardika Dwipayana, selaku pihak yang mengelola lahan jagung tersebut menjelaskan, kondisi lahan yang masih ditumbuhi rumput liar bukan merupakan bentuk pembiaran.
Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari strategi pengelolaan tanah agar dapat menjaga struktur lahan, saat musim hujan.
"Rumput sengaja kami pertahankan untuk menahan struktur tanah agar tidak mudah tergerus air hujan. Setelah panen, vegetasi itu akan diolah kembali menggunakan dekomposer untuk dijadikan pupuk alami," kilahnya.
Dia mengungkapkan, bahwa semua aktifitas proses kegiatan dari awal penanaman sampai pemupukan dan pemeliharaan biayanya ditanggung oleh PT MSD Corpora selaku pihak ketiga yang telah bekerjsama dengan Polri dengan melibatkan masyarakat di desa tersebut.
Pihaknya juga mengklaim jika seluruh tahapan, mulai dari land clearing, penanaman bibit pada Oktober 2025 lalu, hingga pemeliharaan rutin, telah dilakukan secara terencana.
"Dengan pola tanam bertahap, panen diharapkan dapat berlangsung secara berkala," imbuhnya.
Terpisah, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyampaikan, sebagian lahan jagung di lokasi itu telah memasuki fase panen.
Direncanakan panen jagung jenis hibrida itu akan dilakukan pada Januari ini. Kapolres juga menegaskan, penanaman dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari skema jangka pendek, menengah, dan panjang.
"Dengan adanya penjelasan dari berbagai pihak ini, informasi yang beredar terkait kondisi lahan ketahanan pangan di Desa Bantar Panjang dinilai tidak menggambarkan realitas dan proses yang sedang berjalan," tandasnya.