Presiden Somalia juga memperingatkan bahwa kebijakan Israel tersebut dapat menjadi preseden berbahaya bagi stabilitas kawasan dan hubungan internasional.
“Ini menjadi langkah paling berbahaya, dan seluruh dunia, khususnya negara Arab dan muslim, harus melihatnya sebagai ancaman serius,” kata Mohamud.
Tak heran, pengakuan Israel atas Somaliland langsung menuai kecaman keras dari sedikitnya 21 negara Arab, Afrika, dan negara-negara Islam.
Lebih lanjut, Mohamud mengungkapkan bahwa berdasarkan informasi intelijen Somalia, pihak Somaliland disebut telah menyetujui tiga syarat utama yang diajukan Israel sebagai imbalan atas pengakuan kedaulatan tersebut.
Tiga syarat tersebut antara lain:
-
Penempatan warga Palestina di wilayah Somaliland
-
Pendirian pangkalan militer Israel di pesisir Teluk Aden
-
Bergabungnya Somaliland dalam Perjanjian Abraham, yakni kesepakatan normalisasi hubungan antara Israel dan sejumlah negara Arab
Jika benar terealisasi, ketiga poin ini dinilai dapat mengubah peta geopolitik kawasan Tanduk Afrika serta meningkatkan ketegangan regional.
Pendirian pangkalan militer Israel di Teluk Aden disebut-sebut akan memberi Tel Aviv keuntungan strategis besar, mengingat kawasan tersebut merupakan jalur vital perdagangan global dan dekat dengan Timur Tengah.
Namun, langkah tersebut juga berpotensi memicu instabilitas keamanan, konflik baru, serta reaksi keras dari negara-negara tetangga Somalia.