Aktivitas Gunung Semeru Kian Intens, Ratusan Gempa Erupsi Terekam dalam Sehari

news.fin.co.id - 05/01/2026, 16:56 WIB

Aktivitas Gunung Semeru Kian Intens, Ratusan Gempa Erupsi Terekam dalam Sehari

Aktivitas Gunung Semeru masih tinggi. Foto: ANTARA.

fin.co.id - Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kembali menjadi sorotan. Gunung tertinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini terus menunjukkan dinamika erupsi yang intens dalam beberapa pekan terakhir. Data terbaru mencatat, gempa letusan masih mendominasi aktivitas Gunung Semeru dan menjadi sinyal penting yang perlu dicermati masyarakat sekitar.

Dalam laporan resmi yang diterima di Lumajang, Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Yadi Yuliandi, mengungkapkan bahwa pada Senin dini hari, periode pengamatan pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, tercatat sebanyak 32 kali gempa letusan. Gempa tersebut memiliki amplitudo berkisar 10–23 mm dengan durasi gempa antara 66 hingga 163 detik.

Angka ini menegaskan bahwa tekanan magma dan aktivitas internal gunung api masih berlangsung aktif. Selain gempa letusan, pengamat juga mencatat adanya dua kali gempa guguran dengan amplitudo 2 mm dan durasi 29–45 detik. Tak berhenti di situ, satu kali gempa embusan turut terekam dengan amplitudo 8 mm serta lama gempa mencapai 116 detik.

Advertisement

Aktivitas tektonik pun ikut muncul dalam catatan kegempaan Gunung Semeru. Yadi menyebutkan, selama periode pengamatan tersebut terjadi dua kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 10–30 mm. Jarak S-P tercatat 13–15 detik, sementara durasi gempa berlangsung selama 52–60 detik.

Jika ditarik dalam rentang waktu yang lebih panjang, intensitas aktivitas Gunung Semeru terlihat semakin padat. Selama 24 jam pengamatan pada Minggu, 4 Januari 2025, tercatat total 151 kali gempa letusan atau erupsi. Selain itu, terdapat 10 kali gempa guguran, 21 kali gempa embusan, tiga kali gempa harmonik, serta lima kali gempa tektonik jauh.

Secara visual, kondisi Gunung Semeru terpantau cukup jelas meskipun sesekali tertutup kabut dengan intensitas 0 hingga III. Dari puncak kawah utama, teramati asap berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tipis sampai sedang. Kolom asap tersebut mencapai ketinggian sekitar 200–300 meter dari puncak, menandakan aktivitas degassing masih berlangsung.

Dengan kondisi tersebut, status Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga. Status ini membuat Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) kembali menegaskan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat agar risiko dapat ditekan seminimal mungkin.

Salah satu rekomendasi utama adalah larangan beraktivitas di sektor tenggara sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Area ini dinilai sangat rawan karena menjadi jalur utama potensi awan panas dan guguran material vulkanik.

Tak hanya itu, PVMBG juga melarang aktivitas masyarakat dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan. Pembatasan ini berlaku karena potensi perluasan awan panas dan aliran lahar yang dapat menjangkau hingga jarak 17 kilometer dari puncak Gunung Semeru.

Risiko lain yang perlu diwaspadai datang dari lontaran material pijar. Oleh karena itu, masyarakat dilarang melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru. Area ini rawan terhadap lontaran batu pijar yang dapat membahayakan keselamatan.

Lebih lanjut, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu langsung di puncak Gunung Semeru. Beberapa jalur yang menjadi perhatian utama meliputi Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Selain jalur utama tersebut, potensi lahar juga mengintai sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan. Kondisi ini dapat meningkat terutama saat terjadi hujan, sehingga risiko sekunder akibat material vulkanik menjadi lebih besar.

Advertisement

Dengan tingginya frekuensi gempa erupsi dan aktivitas visual yang masih terpantau, masyarakat di sekitar Gunung Semeru diimbau untuk terus mengikuti perkembangan informasi resmi dan mematuhi rekomendasi yang telah ditetapkan. Kedisiplinan terhadap zona larangan menjadi kunci utama untuk menghindari dampak yang lebih besar dari aktivitas gunung api yang masih aktif ini.

Wanda Afifah
Wanda Afifah
Penulis

Penulis gaya hidup yang berfokus pada tren kecantikan dan fenomena viral. Berdedikasi mengulas tips perawatan diri yang praktis serta kurasi tren terkini di media sosial. Menyajikan informasi yang inspiratif, akurat, dan relevan bagi kebutuhan gaya hidup modern