Inggris Resmi Akui Palestina sebagai Negara, Kedutaan Dibuka di London, Babak Baru Diplomasi Timur Tengah!

news.fin.co.id - 07/01/2026, 20:31 WIB

Inggris Resmi Akui Palestina sebagai Negara, Kedutaan Dibuka di London, Babak Baru Diplomasi Timur Tengah!

Ilustrasi Dukungan terhadap palestina

fin.co.id - Pemerintah Inggris secara resmi menyambut terjalinnya hubungan diplomatik penuh dengan Negara Palestina. Momentum bersejarah ini ditandai dengan pembukaan Kedutaan Besar Palestina di London pada Selasa, 6 Januari 2026.

Langkah tersebut menjadi babak baru dalam hubungan bilateral kedua pihak, sekaligus sinyal kuat perubahan sikap Inggris di tengah konflik Israel–Palestina yang masih memanas.

Pembukaan kedutaan ini juga mempertegas posisi Inggris sebagai salah satu negara Barat yang kini lebih terbuka mengakui eksistensi Palestina sebagai negara berdaulat.

Advertisement

Pemerintah Inggris menilai penguatan hubungan diplomatik ini penting untuk menjaga peluang terwujudnya solusi dua negara yang selama ini dianggap sebagai jalan keluar paling realistis dari konflik berkepanjangan di Timur Tengah.

Menteri Inggris untuk Timur Tengah, Hamish Falconer, menegaskan bahwa pengakuan terhadap Palestina merupakan bagian dari komitmen jangka panjang Inggris dalam mendukung perdamaian yang adil dan berkelanjutan antara Israel dan Palestina.

“Kami menyambut terjalinnya hubungan diplomatik penuh dengan Negara Palestina, dan saya dapat mengonfirmasi pembukaan Kedutaan Besar Palestina di London hari ini,” ujar Falconer dalam pernyataannya di hadapan parlemen, dikutip Rabu (7/1/2026).

Menurut Falconer, Inggris secara resmi telah mengakui Negara Palestina sejak musim gugur tahun lalu. Keputusan tersebut diambil sebagai langkah strategis untuk menjaga kelayakan solusi dua negara, yang belakangan dinilai semakin tergerus akibat eskalasi konflik dan stagnasi proses perdamaian.

“Langkah ini bertujuan membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng bagi rakyat Israel dan Palestina,” katanya.

Dengan dibukanya Kedutaan Besar Palestina di London, hubungan bilateral kedua pihak kini berada pada level yang lebih formal dan strategis, termasuk dalam kerja sama politik, diplomasi, dan isu kemanusiaan.

Krisis Kemanusiaan Gaza Masih Jadi Sorotan

Meski hubungan diplomatik meningkat, Inggris mengakui bahwa situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih jauh dari kata membaik.

Falconer menilai ada peningkatan terbatas dalam jumlah bantuan yang masuk ke wilayah tersebut, namun hambatan di lapangan masih sangat signifikan.

Advertisement

“Lebih banyak truk bantuan memang masuk ke Gaza, dan itu patut disambut. Namun, perlintasan utama masih ditutup, konvoi bantuan sering dipulangkan, pasokan medis diblokir, dan organisasi kemanusiaan dibatasi,” ungkapnya.

Inggris bersama sembilan negara lain secara terbuka mengkritik pembatasan terhadap organisasi kemanusiaan internasional yang beroperasi di Gaza. Falconer menyebut keputusan Israel melarang 37 lembaga kemanusiaan sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

Derry Sutardi
Derry Sutardi
Penulis

Redaktur Pelaksana - FIN.CO.ID