Lebih lanjut, BI menegaskan bahwa cadangan devisa yang kuat merupakan salah satu pilar utama dalam menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan nasional.
Dengan cadangan devisa yang memadai, Indonesia memiliki bantalan yang cukup untuk menghadapi gejolak pasar keuangan global, fluktuasi nilai tukar, hingga tekanan eksternal lainnya.
Bank sentral juga memproyeksikan bahwa posisi cadangan devisa Indonesia akan tetap terjaga ke depan, seiring dengan berlanjutnya aliran masuk modal asing.
Hal ini sejalan dengan:
-
Persepsi positif investor terhadap prospek ekonomi domestik
-
Imbal hasil investasi di Indonesia yang masih tergolong menarik
“Sejalan dengan persepsi positif investor terhadap prospek perekonomian domestik dan imbal hasil investasi yang tetap menarik,” lanjut Denny.
Untuk menjaga tren positif tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan pemerintah. Langkah ini dilakukan guna meningkatkan ketahanan sektor eksternal dan menjaga stabilitas perekonomian nasional secara berkelanjutan.
Sinergi tersebut mencakup koordinasi kebijakan moneter, fiskal, serta pengelolaan utang dan pembiayaan negara agar tetap sehat dan berkesinambungan.
Sebagai catatan, kenaikan cadangan devisa pada Desember 2025 melanjutkan tren pemulihan yang dimulai sejak Oktober 2025.
Sebelumnya, cadangan devisa sempat mengalami penurunan selama tiga bulan berturut-turut.
Berikut pergerakan cadangan devisa Indonesia dalam enam bulan terakhir:
-
Juni 2025: US$152,6 miliar
-
Juli 2025: US$152 miliar
-
Agustus 2025: US$150,7 miliar
-
September 2025: US$148,7 miliar
-
Oktober 2025: US$149,9 miliar
-
November 2025: US$150,1 miliar
-
Desember 2025: US$156,5 miliar
Lonjakan pada Desember menjadi yang tertinggi dalam periode tersebut dan menunjukkan perbaikan signifikan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.
Meski melonjak secara bulanan, jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya, pergerakan cadangan devisa Indonesia cenderung stagnan.
Pada akhir Desember 2024, cadangan devisa tercatat sebesar US$155,7 miliar. Artinya, sepanjang tahun 2025 cadangan devisa hanya meningkat sekitar US$800 juta atau setara 0,51 persen.