Prabowo Murka! Bongkar Praktik 'Serakah' di Pertamina, Ada Oknum Sengaja Main Impor?

news.fin.co.id - 12/01/2026, 18:41 WIB

Prabowo Murka! Bongkar Praktik 'Serakah' di Pertamina, Ada Oknum Sengaja Main Impor?

Presiden RI Prabowo Subianto - Dok. BPMI Setpres -

fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto baru saja melontarkan pernyataan keras yang menggemparkan industri energi nasional. Dalam momen peresmian proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Balikpapan di Kalimantan Timur pada Senin, 12 Januari 2026, beliau secara blak-blakan membongkar adanya praktik tidak sehat dan mismanajemen yang selama ini bersembunyi di dalam tubuh PT Pertamina (Persero).

Intisari :

  • Presiden Prabowo menyoroti praktik impor energi oleh oknum lokal yang cerdas namun serakah.
  • Beliau menekankan Pertamina sebagai kebanggaan nasional dan bukan lahan korupsi.
  • Mandat tegas diberikan kepada Dirut Pertamina yang baru, Simon Aloysius, untuk memberantas korupsi.

Prabowo Sikat Habis 'Permainan' Impor Energi di Pertamina

Advertisement

Pernyataan Presiden Prabowo Subianto pada Senin, 12 Januari 2026, memecah keheningan di sektor energi Indonesia. Ketika meresmikan proyek RDMP Balikpapan di Kalimantan Timur, beliau tidak ragu mengungkap fakta pahit: PT Pertamina (Persero) ternyata menjadi sarang praktik tidak sehat dan mismanajemen yang merugikan negara.

Beliau melihat adanya fenomena miris di mana beberapa oknum lokal justru lebih memilih mengimpor energi ketimbang membangun kemandirian. Ironisnya, mereka ini adalah individu-individu yang seharusnya menjadi motor penggerak pembangunan bangsa, namun malah terperosok dalam lingkaran manipulasi harga demi keuntungan pribadi.

Prabowo dengan tegas menyampaikan kegundahannya, "Ada pihak-pihak, saya tidak mengerti ya, orang-orang Indonesia yang pintar-pintar, pintar tapi serakah, mengatur mau impor dari luar." Beliau menambahkan bahwa kelompok ini dengan sengaja mengutip keuntungan besar dari permainan harga impor tersebut, yang jelas-jelas merugikan masyarakat luas.

Pemandangan ini jelas sangat kontras dengan cita-cita kedaulatan energi yang selama ini digaungkan. Alih-alih menjadi garda terdepan dalam mengamankan pasokan energi nasional, sebagian oknum justru memanfaatkan posisinya untuk mengeruk keuntungan pribadi.

Pertamina: Kebanggaan Nasional, Bukan Ladang Korupsi

Presiden Prabowo kemudian mengingatkan kembali jati diri Pertamina yang sebenarnya. Beliau menegaskan bahwa Pertamina bukan sekadar badan usaha milik negara biasa. Perusahaan ini adalah aset berharga, satu-satunya perusahaan Indonesia yang berhasil menembus daftar bergengsi Fortune 500 dengan valuasi fantastis mencapai USD 100 miliar.

Posisi Pertamina sebagai *national champion* kebanggaan Indonesia ini, menurut Prabowo, ironisnya justru sering kali menjadi magnet bagi para "pemburu rente" atau pihak-pihak yang ingin mengambil keuntungan secara tidak sah.

Kritik tajam yang dilontarkan presiden ini menjadi sinyal peringatan keras. Pemerintah tidak akan lagi mentoleransi pengelolaan sektor energi yang berantakan. Pengaturan di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang diduga penuh dengan "permainan" di balik layar, kini akan diawasi ketat.

Prabowo bertekad memutus rantai praktik koruptif yang menggerogoti potensi Pertamina. Hal ini penting demi menjaga marwah perusahaan negara dan memastikan aset sebesar itu benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi seluruh rakyat Indonesia.

Advertisement

Mandat Tegas untuk Dirut Pertamina: "Jangan Korupsi!"

Untuk membersihkan praktik kecurangan yang telah lama mengakar, Presiden Prabowo menaruh harapan besar pada kepemimpinan baru di tubuh Pertamina. Ia secara khusus menitipkan pesan yang sangat tegas kepada Direktur Utama Pertamina yang baru, Simon Aloysius, serta jajaran direksi muda yang dipercayakan untuk memegang kendali.

Sigit Nugroho
Sigit Nugroho
Penulis

Pemimpin Redaksi FIN.CO.ID