fin.co.id - Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono memastikan pemerintah terus memantau secara ketat perkembangan kasus Warga Negara Indonesia (WNI) yang diduga menjadi korban penyanderaan oleh kelompok bajak laut.
Ia menyampaikan, Kementerian Luar Negeri telah menjalin komunikasi dan koordinasi dengan Kedutaan Besar Tiongkok untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.
"Ya, ini kita lagi satu memantau terus perkembangannya dan saya juga mencoba untuk berkoordinasi dengan Kedutaan Tiongkok," ujar Sugiono di kantornya, Rabu, 14 Januari 2026.
Sugiono mengakui, hingga saat ini pihaknya masih berupaya memperoleh informasi terbaru terkait kondisi dua WNI yang diduga masih berada dalam penyanderaan.
"Terus terang sejauh ini juga kita belum tahu nasib yang dua, tapi kita akan coba cari jalur untuk bisa cari tahu kondisinya seperti apa dan saya kira perwakilan kita di AOND juga udah terus memonitor situasi ini. saya nunggu laporannya setiap jam lah, setiap ada update," imbuhnya.
Ketika ditanya mengenai asal daerah para WNI tersebut, Sugiono mengatakan informasi itu belum dapat dipastikan.
“Belum tahu,” katanya singkat.
Sebagai informasi, insiden penculikan ini terjadi di perairan Ekwata, Gabon, tepatnya di wilayah Teluk Guinea, pada Sabtu, 10 Januari 2026. Sebanyak empat WNI dilaporkan menjadi korban dalam aksi pembajakan kapal penangkap ikan IB FISH 7 (Liang Peng Yu 828).
Pelaksana Tugas Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, sebelumnya menjelaskan bahwa dari empat WNI tersebut, dua orang dilaporkan berada dalam kondisi aman. Sementara dua WNI lainnya saat ini tengah berada dalam pengawalan Angkatan Laut Gabon menuju ibu kota negara tersebut.
"Tiga awak lainnya, dua di antaranya WNI, saat ini dalam kondisi aman, dan tetap berada di kapal yang sama. Tiga awak kapal termasuk dua WNI yang berada di kapal IB FISH 7 telah dikawal oleh Angkatan Laut Gabon menuju ke Libreville, ibu kota Gabon," jelas Heni saat dikonfirmasi, Selasa, 13 Januari 2026.
Pemerintah Indonesia menegaskan akan terus melakukan langkah diplomatik dan pemantauan intensif hingga seluruh WNI dipastikan dalam kondisi aman.
Anisha Aprilia/Disway