Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

news.fin.co.id - 14/01/2026, 18:21 WIB

Pembongkaran Tiang Monorel Rasuna Said, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas Situasional

Sejumlah kendaraan melintas di dekat tiang mangkrak monorel, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu, 7 Januari 2026. Foto: Cahyono

fin.co.id - Polisi menyiapkan skema rekayasa lalu lintas seiring dimulainya pembongkaran tiang monorel mangkrak di kawasan Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Pengaturan arus kendaraan tersebut bersifat fleksibel dan disesuaikan dengan kondisi di lapangan.

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komarudin menjelaskan, rekayasa lalu lintas akan diterapkan secara situasional, mengingat pekerjaan pembongkaran dilakukan pada malam hari dan berada di jalur lambat.

"Situasional aja. Rencana pembongkaran malam hari dan di jalur lambat," katanya kepada wartawan, Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menambahkan, sesuai perencanaan awal, proses pembongkaran dilakukan secara bertahap pada malam hari guna meminimalkan gangguan arus kendaraan.

Advertisement

"Sesuai rencana sih seperti itu, pembongkaran malam dan bertahap," tuturnya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan tersebut, Ditlantas Polda Metro Jaya telah menyiapkan personel yang akan berjaga di sekitar lokasi pengerjaan.

"Personel kami siapkan untuk pengamanan," bebernya.

Sebagaimana diketahui, pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said resmi dimulai pada Rabu, 14 Januari 2026. Proyek yang terbengkalai selama sekitar 22 tahun itu dibuka langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan turut disaksikan oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso alias Bang Yos, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Patris Yusrian Jaya, serta perwakilan KPK.

Dalam kegiatan tersebut, Pramono menyebutkan terdapat 109 tiang monorel yang akan dibongkar. Ia juga mengungkapkan bahwa biaya pembongkaran tiang monorel tersebut mencapai Rp254 juta.

"Untuk biaya pembongkarannya sendiri sebenarnya Rp254 juta," kata Pramono di lokasi.

Tak hanya membongkar tiang pancang, Pemprov DKI Jakarta juga merencanakan penataan ulang kawasan Rasuna Said sebagai upaya mengurai kemacetan. Penataan tersebut meliputi penggabungan jalur cepat dan jalur lambat di sisi timur jalan agar menyerupai sisi barat.

"Untuk penataan secara keseluruhan, nanti ada jalan, ada selokan, ada taman, kemudian ada pedestarian, diperkirakan (anggarannya) Rp102 miliar," ungkapnya.

Pramono menargetkan seluruh proses pembongkaran tiang monorel sekaligus penataan kawasan Rasuna Said dapat diselesaikan pada September 2026.

Advertisement

"Ini menjadi penanda bahwa Jakarta memang sedang menata diri untuk memperbaiki fasilitas publik yang dimiliki oleh Jakarta," pungkasnya.

Pada kesempatan itu, Pramono bersama Bang Yos secara simbolis mencabut potongan besi tiang monorel yang sebelumnya telah dipotong oleh petugas Dinas Bina Marga sebagai tanda dimulainya pembongkaran. Proses pemotongan rangka beton dilakukan menggunakan alat las gas oksigen.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID