Longsor Lumpuhkan KRL Rangkasbitung–Tanah Abang, Penumpang Balik Kanan

news.fin.co.id - 22/01/2026, 16:42 WIB

Longsor Lumpuhkan KRL Rangkasbitung–Tanah Abang, Penumpang Balik Kanan

Layanan KRL Commuter Line rute Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami kendala pada Kamis pagi, 22 Januari 2026.

fin.co.id - Layanan KRL Commuter Line rute Rangkasbitung–Tanah Abang mengalami kendala pada Kamis pagi, 22 Januari 2026. Insiden longsor yang mengenai Tiang Listrik Aliran Atas (LAA) di lintasan antara Stasiun Maja dan Stasiun Tigaraksa membuat sejumlah perjalanan kereta terhenti, sehingga penumpang harus kembali ke stasiun sebelumnya.

Gangguan tersebut mulai dirasakan sejak sekitar pukul 06.00 WIB. Akibatnya, operasional KRL hanya dapat melayani perjalanan sampai Stasiun Tigaraksa, sementara jalur Tigaraksa menuju Maja belum bisa dilalui untuk sementara waktu.

Sebagai langkah antisipasi, KAI Commuter menerapkan rekayasa pola operasi dengan memanfaatkan jalur yang dinyatakan aman secara bergantian. Penumpang yang tidak memungkinkan untuk menunggu disarankan mempertimbangkan penggunaan transportasi lain agar tidak mengalami keterlambatan lebih lanjut.

Salah satu penumpang terdampak, Haerudin, warga Petir, Kabupaten Serang, mengungkapkan kekecewaannya karena perjalanan harus terhenti di tengah jalan dan menunggu kepastian lanjutan.

Advertisement

“Saya dari Serang naik KRL pagi ini. Tiba-tiba kami diinformasikan harus putar balik. Banyak penumpang bingung dan khawatir terlambat masuk kerja,” ujar Haerudin kepada Radarbanten.co.id di Stasiun Rangkasbitung, Kamis, 22 Januari 2026.

Situasi ini juga memicu penumpukan penumpang di Stasiun Tigaraksa. Banyak calon penumpang terlihat mencari kejelasan mengenai jadwal keberangkatan selanjutnya maupun opsi rute alternatif.

“Seharusnya kami sudah sampai Tanah Abang jam 08.00. Ini masih berhenti di Maja dan belum jelas kapan perbaikannya selesai,” tambah Haerudin.

Keluhan serupa disampaikan Amir, penumpang asal Rangkasbitung. Ia menilai gangguan tersebut cukup mengacaukan rencana perjalanannya sehingga harus mencari moda lain menuju Jakarta.

“Ini sangat mengganggu. Saya harus cari bus atau ojek online supaya tidak terlambat kerja. Informasi dari petugas stasiun juga masih menunggu pembaruan,” jelas Amir.

Sementara itu, petugas KAI Commuter masih melakukan penanganan di titik longsor guna memperbaiki dan menormalkan posisi LAA. Proses perbaikan diperkirakan membutuhkan waktu beberapa jam sejak laporan awal diterima.

Sampai saat ini, belum ada kepastian waktu pembukaan kembali jalur Maja–Tigaraksa secara normal. KAI Commuter menyatakan akan terus memberikan pembaruan informasi melalui saluran resmi.

Para pengguna jasa KRL diimbau untuk mengikuti arahan petugas stasiun serta menyesuaikan rencana perjalanan demi menjaga keselamatan dan kenyamanan bersama.

Nurandi/Radarbanten

Advertisement
Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID