Terjadi Lagi, 15 Pelajar SMK di Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG

news.fin.co.id - 23/01/2026, 22:27 WIB

Terjadi Lagi, 15 Pelajar SMK di Tulungagung Diduga Keracunan Menu MBG

fin.co.id - Total pelajar SMK Sore Tulungagung, Jawa Timur (Jatim) yang mengalami gejala dugaan keracunan makanan usai mengonsumsi menu Makan Bergizi Gratis (MBG) kini mencapai 15 orang.

Jumlah itu bertambah enam orang dari laporan awal yang mencatat sembilan pelajar mengalami keluhan serupa.

Angka itu muncul berdasarkan survei epidemiologi yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Jumat, 23 Januari 2026, dikutip Antara.

"Total saat ini ada 15 pelajar yang mengalami gejala gangguan pencernaan dan diduga terkait konsumsi MBG dari SPPG Moyoketen I," ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dr Aris Setiawan, dikutip Antara.

Advertisement

Ia menjelaskan, Dinkes Tulungagung akan terus melakukan pemantauan kesehatan terhadap pelajar dan guru SMK Sore Tulungagung selama dua hari ke depan untuk mengantisipasi kemungkinan munculnya kasus baru.

Pihaknya juga telah mengambil sampel menu MBG yang dikonsumsi pelajar untuk diuji di Balai Besar Laboratorium Kesehatan (BBLK) Surabaya.

"Hasil uji laboratorium nantinya akan menjadi dasar rekomendasi terkait operasional SPPG, termasuk evaluasi penerapan SOP mulai dari penerimaan bahan, pengolahan, hingga penyajian makanan," kata Aris.

Aris menuturkan, pengambilan sampel makanan dilakukan bersamaan dengan investigasi awal di SPPG Moyoketen I, namun hasil akhir uji laboratorium masih menunggu proses pemeriksaan.

"Untuk kesimpulan penyebabnya, kami masih menunggu hasil uji laboratorium," kata Aris.

Siswa Keluhkan Gangguan Pencernaan Usai Konsumsi Menu MBG

Sebelumnya, 9 pelajar SMK Sore Tulungagung menjalani perawatan di Puskesmas Beji setelah mengeluhkan gejala gangguan pencernaan yang diduga muncul usai mengonsumsi MBG, Kamis, 22 Januari 2026.

Menurut Wakil Kepala SMK Sore Tulungagung Bidang Sarana dan Prasarana, Ahmad Yuwan, sebanyak 2.627 pelajar di sekolah itu menerima MBG yang disuplai oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Moyoketen I.

Ia menjelaskan distribusi MBG yang semula dijadwalkan pukul 09.00 WIB diundur menjadi pukul 10.00 WIB. Pelajar yang menerima MBG dibagi dalam beberapa kloter dan seluruh porsi makanan habis dikonsumsi.

Advertisement

"Sekitar satu jam setelah makan, sembilan pelajar mengeluhkan mual dan gangguan perut," kata Ahmad Yuwan. Menu MBG yang disajikan berupa nasi putih, katsu, dan buah jeruk.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID