fin.co.id - Untuk mempercepat proses evakuasi dan identifikasi korban longsor lereng Gunung Burangrang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat (Jabar) Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari, Kepolisian Resor (Polres) Cimahi, Jawa Barat, membuka posko Disaster Victim Identification (DVI).
Menurut Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurullah Adi Putra, posko DVI didirikan untuk mempercepat proses identifikasi korban longsor di tengah kondisi cuaca ekstrem yang masih terjadi.
"Hasil daripada evaluasi ini tentunya kita sudah berkoordinasi dan memutuskan untuk menyediakan posko DVI (Disaster Victim Identification) dan posko dari Dinas Kesehatan KBB juga sudah ada," kata Niko, dikutip Antara.
Ia menjelaskan, lokasi longsor di Kecamatan Cisarua merupakan titik dengan dampak terbesar dengan data hasil pendataan sementara menyebut sebanyak 114 orang sempat dilaporkan terdampak dengan rincian 23 orang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat.
Polres Cimahi mengerahkan sekitar 60 personel, sementara bantuan tambahan juga datang dari Polda Jawa Barat yang menurunkan sejumlah tim untuk memperkuat upaya pencarian.
Sepuluh Kanton Jenazah Dibawa ke Pos DVI
Hingga kini, Polda Jabar mencatat sebanyak sepuluh kantong jenazah korban bencana longsor sudah berada di pos DVI. Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol. Hendra Rochmawan, enam identitas jenazah telah berhasil diidentifikasi dan dikonfirmasi.
"Dari jumlah tersebut, terdapat 10 kantong jenazah di pos DVI yang sedang diproses. Enam sudah teridentifikasi, satu berupa bagian tubuh, dan masih ada tiga lainnya yang masih dalam proses identifikasi," jelasnya.
Menurut Hendra, proses identifikasi lainnya masih terus dilakukan oleh tim DVI Polda Jabar bersama tim SAR gabungan di tengah keterbatasan cuaca ekstrem.
Dijelaskan pula, beberapa bagian tubuh sudah memiliki pembanding sidik jari terhadap bagian tubuh yang sudah dievakuasi dan kini dalam proses identifikasi melalui data sebelum meninggal (ante-mortem) dan sesudah meninggal (post-mortem).