fin.co.id - Petani di Kota Metro, Lampung, kini menikmati panen raya yang memuaskan dengan harga gabah yang meroket dan harga pupuk yang semakin terjangkau, memberikan kelegaan finansial yang sangat dibutuhkan.
Ringkasan :
- Harga gabah kering kini mencapai Rp800 per kilogram, jauh melampaui standar pemerintah.
- Harga pupuk turun drastis menjadi Rp125.000 per karung 50 kilogram, mengurangi beban biaya produksi.
- Pemerintah berkomitmen menjaga kesejahteraan petani sebagai tulang punggung ketahanan pangan nasional.
Suasana kegembiraan membuncah di persawahan Hadimulyo Barat, Metro Pusat, pada Senin pagi, 26 Januari 2026.
Para petani di sana tak henti-hentinya menebar rasa syukur atas berkah panen raya yang melimpah ruah.
Bukan hanya kuantitas hasil panen yang memuaskan, tetapi juga lonjakan harga gabah yang membuat kantong mereka tebal.
Ditambah lagi, harga pupuk yang kini semakin bersahabat di kantong, benar-benar menjadi oase di tengah kekhawatiran stabilitas pangan nasional.
Prasetyo (65), seorang petani lokal, dengan tekun memotong rumpun padi di lahan garapannya.
Meskipun bekerja ekstra keras seorang diri, raut wajahnya memancarkan kebahagiaan mendalam melihat hasil jerih payahnya.
Harga Gabah Meroket, Petani Metro Sumringah
Kenaikan harga jual hasil panen tahun ini menjadi angin segar luar biasa bagi para pahlawan pangan.
Prasetyo mengungkapkan bahwa nilai jual gabah saat ini sangat membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya.
Untuk gabah basah, harganya sudah menyentuh angka Rp650 per kilogram.
Sementara itu, untuk gabah kering, harganya jauh lebih menggiurkan, yakni berada di kisaran Rp700 hingga Rp800 per kilogram.