fin.co.id - Pemerintah China memperingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Jepang selama liburan Tahun Baru Imlek. Alasan Utama peringatan ini adalah memburuknya keamanan publik, karena Tokyo dan Beijing terlibat dalam perselisihan diplomatik.
Kementerian Luar Negeri China mengulangi travel warning ini pada Senin, 26 Januari 2026. Kemenlu meminta warga negara China menghindari kunjungan ke Jepang, terutama selama liburan Tahun Baru Imlek yang panjang pada bulan Februari.
"Baru-baru ini, keamanan publik di Jepang telah memburuk, dengan seringnya insiden tindakan ilegal dan kriminal yang menargetkan warga negara China," kata Departemen Urusan Konsuler Kementerian Luar Negeri China.
"Warga negara Tiongkok di Jepang menghadapi ancaman keamanan yang serius," lanjut pernyataan itu.
Departemen itu juga mengatakan telah terjadi serangkaian gempa bumi di beberapa daerah di negara tersebut, yang menyebabkan cedera.
Jumlah Wisatawan China ke Jepang Anjlok
Bulan lalu, jumlah pengunjung China ke Jepang anjlok sebesar 45 persen dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi sekitar 330.000. Ini adalah dampak dari perselisihan tersebut.
Wisatawan China pernah mencapai seperempat dari seluruh wisatawan asing di Jepang, dengan hampir 7,5 juta orang melakukan perjalanan dari Tiongkok dalam sembilan bulan pertama tahun 2025, menurut angka resmi Jepang.
Tertarik oleh yen yang lemah, wisatawan Tiongkok menghabiskan setara dengan US$3,7 miliar pada kuartal ketiga.
Liburan Tahun Baru Imlek selama sembilan hari di Tiongkok diperkirakan akan menyebabkan lonjakan perjalanan domestik dan internasional.