fin.co.id - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) kembali membuka program beasiswa bagi santri yang ingin melanjutkan studi ke Maroko pada tahun akademik 2026–2027.
Program ini menjadi salah satu jalur pendidikan internasional bergengsi bagi santri NU yang ingin mendalami ilmu agama di pusat peradaban Islam dunia.
Beasiswa ini merupakan hasil kerja sama antara PBNU dengan Kementerian Wakaf dan Urusan Agama Islam Kerajaan Maroko, yang secara konsisten dijalankan setiap tahun sebagai bagian dari penguatan kader ulama dan intelektual santri berwawasan global.
Pendaftaran beasiswa santri PBNU-Maroko dibuka mulai 23 Januari hingga 30 Januari 2026, dilakukan secara online dan gratis melalui laman resmi beasiswa.nu.or.id.
Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, KH Hodri Ariev, menegaskan bahwa program beasiswa ini merupakan agenda rutin PBNU untuk menyiapkan kader santri NU agar mampu tampil di kancah internasional, tanpa meninggalkan akar tradisi pesantren.
“Program ini adalah program rutin dari RMI PBNU untuk mengantarkan kader santri NU ke dunia global, tapi tetap memegang prinsip sebagai santri, khidmat kepada ulama dan kitab-kitab turats,” ujar KH Hodri Ariev, dikutip dari NU Online, Rabu 28 Januari 2026.
Ia juga menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara murni, tanpa adanya titipan atau jalur khusus.
“Semua santri yang memenuhi syarat berhak mengikuti seleksi,” tambahnya.
Penanggung Jawab Program Beasiswa PBNU-Maroko 2026, Muhammad Iqbal, menjelaskan bahwa program ini khusus diperuntukkan bagi santri yang sudah gap year.
Hal tersebut dikarenakan seluruh berkas administrasi harus sudah rampung dan dikirimkan ke pihak Maroko paling lambat bulan Maret.
“Secara umum persyaratan tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun memang beasiswa ini hanya untuk santri yang sudah gap year,” jelas Iqbal.
Fasilitas Beasiswa PBNU ke Maroko
Santri yang dinyatakan lolos seleksi akan mendapatkan berbagai fasilitas, antara lain:
-
Biaya kuliah penuh
-
Biaya tempat tinggal
-
Uang makan
-
Uang saku bulanan