“Jika sistem saraf pusat sudah terlibat, pasien bisa mengalami penurunan kesadaran hingga tidak sadar sama sekali,” jelas Dominicus.
Fase ini menjadi salah satu penyebab utama tingginya angka kematian akibat infeksi Virus Nipah.
Paru-Paru Jadi Sasaran Berikutnya
Selain otak, Virus Nipah juga dapat berpindah dari saluran cerna ke paru-paru dan saluran napas lainnya. Ketika ini terjadi, penderita berisiko mengalami:
- Sesak napas
- Pneumonia berat
- Gangguan pernapasan akut
Virus akan terus menyebar ke berbagai organ jika sistem imun tubuh gagal menahannya. Inilah yang membuat infeksi Nipah sering berkembang menjadi kondisi kritis dalam waktu singkat.
Pada tahap awal, infeksi Virus Nipah kerap menyerupai penyakit biasa. Gejala yang muncul antara lain:
- Demam tinggi
- Sakit kepala hebat
- Nyeri otot
- Muntah
- Nyeri saat menelan
Namun, kondisi ini dapat berkembang cepat menjadi gejala berat seperti:
- Linglung atau mabuk
- Perubahan kesadaran
- Radang otak
- Kejang
- Gangguan napas berat
Risiko Kematian Jauh Lebih Tinggi
Virus Nipah menjadi sangat mematikan bagi individu dengan penyakit penyerta. Menurut Dominicus, kelompok dengan komorbid memiliki risiko komplikasi dan kematian yang jauh lebih tinggi.
“Lansia dengan diabetes, penyakit paru obstruktif menahun, kanker, atau gangguan sistem kekebalan seperti HIV bisa mengalami kondisi yang sangat fatal,” ungkapnya.
Meski kasus pada anak lebih jarang, Virus Nipah tetap berbahaya, terutama bagi:
- Anak dengan penyakit jantung bawaan
- Anak dengan gangguan ginjal kronis