Badai besar menerpa lantai bursa pada Rabu sore (28/01/2026).
Saat itu, IHSG mengakhiri perdagangan di level 8.320.
Angka tersebut mencerminkan kerugian yang sangat signifikan, di mana indeks terjungkal hingga 659,67 poin atau anjlok 7,35 persen hanya dalam satu hari perdagangan!
Situasi darurat seperti ini memaksa otoritas bursa untuk mengambil tindakan tegas.
Kebijakan penghentian perdagangan sementara atau trading halt terpaksa diterapkan untuk meredam kepanikan yang melanda para investor.
Meskipun IHSG sempat menunjukkan tanda-tanda pemulihan saat sesi pembukaan hari ini, tekanan jual yang masif masih terasa membayangi pergerakan pasar.
Menanti Pimpinan Baru BEI
Kepergian Iman Rachman meninggalkan sebuah kursi kosong yang krusial di pucuk pimpinan BEI.
Menyikapi hal ini, Iman menjelaskan bahwa proses transisi kepemimpinan akan berjalan sesuai dengan ketentuan yang berlaku dalam anggaran dasar perusahaan.
Manajemen bursa akan segera menunjuk seorang Pelaksana Tugas (Plt) Dirut.
Plt ini bertugas menjalankan operasional bursa sembari menunggu penetapan direktur utama definitif yang baru.
"Nanti akan ada sementara (pelaksana tugas) yang akan ditunjuk berdasarkan aturan kita sampai ditunjuk definitif direktur utama yang baru," papar Iman.
Mundurnya Iman Rachman tentu saja menandai sebuah catatan kelam sekaligus membuka babak baru bagi Bursa Efek Indonesia.
Para pelaku pasar saat ini menanti hadirnya sosok pemimpin baru yang mampu membawa angin segar, mengembalikan stabilitas, dan memulihkan kepercayaan pasar yang sempat tergerus akibat aksi jual saham yang masif beberapa hari terakhir.
Akankah pemimpin baru ini mampu meredam gejolak dan membawa IHSG kembali ke jalur kejayaannya?