Indonesia Bocor Rp200 Triliun Gara-gara Warga Doyan Berobat ke Luar Negeri

news.fin.co.id - 30/01/2026, 17:23 WIB

Indonesia Bocor Rp200 Triliun Gara-gara Warga Doyan Berobat ke Luar Negeri

Sejumlah negara Asia mulai berlakukan pengetatan di bandara mirip era COVID-19 setelah temuan kasus baru Virus Nipah di India dan Thailand.Foto:IST/thegoverment

fin.co.id - Direktur Utama Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta, dr Supriyanto Dharmoredjo SpB FINACS MKe mamaparkan bahwa Indonesia mengalami kerugian sekitar Rp200 triliun sejak tahun 2024.

Menurutnya, kondisi ini merupakan sebuah ironi besar bagi dunia kedokteran tanah air.

"Kalau capital flight, itu yang jelas 200-an triliun ke luar negeri. Itu nyata terjadi," ujar dr. Supriyanto ditemui di Aryaduta, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat 30 Januari 2026.

Lebih jauh, dr. Supriyanto melontarkan sentilan menohok bagi para pasien yang masih meragukan kualitas dokter dalam negeri. Ia membeberkan fakta bahwa banyak tenaga medis dari luar negeri sebenarnya menimba ilmu di Indonesia.

Advertisement

​Ia merasa aneh ketika masyarakat justru lebih bangga berobat ke luar negeri, padahal kualitas para ahli di RSCM seringkali menjadi rujukan pendidikan bagi dokter-dokter dari mancanegara.

​"Kita ini bukan kaleng-kaleng. Mereka (dokter luar negeri) sekolahnya ke sini kok. Setelah mereka lulus, kok kita yang berobat ke sana? Kenapa enggak berobat ke gurunya di sini? Nah, itu aneh," tuturnya.

Untuk membendung derasnya aliran uang keluar negeri, RSCM kini melakukan terobosan baru dengan menggandeng sektor perhotelan, salah satunya Hotel Aryaduta Menteng.

Sinergi ini dirancang untuk menciptakan ekosistem "Wisata Medis" yang mampu menyaingi kenyamanan rumah sakit di Singapura maupun Malaysia.

​Strategi yang diusung adalah memberikan pelayanan kelas wahid atau VVIP dengan skema "Red Carpet". Melalui layanan ini, pasien tidak lagi perlu membayangkan suasana rumah sakit yang kaku dan antrean panjang.

​"Betapa nyamannya pelayanan VVIP, red carpet ke RSCM, tapi nunggunya cukup di hotel. Dengan standar yang sama, di sini pasti lebih nyaman dan harga totalnya saya jamin di bawah mereka (luar negeri)," tegas dr. Supriyanto. (Hasyim Ashari)

Khanif Lutfi
Khanif Lutfi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID