Mereka bekerja ekstra keras menghadapi lonjakan pasien yang terpapar gas berbahaya.
Camat Grogol, Jajat, memberikan kabar terbaru mengenai kondisi para korban.
Ia memastikan semua warga yang terdampak telah mendapatkan penanganan medis yang memadai.
"Semua sudah mendapatkan perawatan dan sekarang sudah pulang.
Kondisinya sudah aman namun masih terus dilakukan pemantauan," ujar Jajat, berusaha menenangkan warga yang masih diliputi kekhawatiran.
DLH Cilegon: "Ini Kelalaian Fatal PT Vopak!"
Pemerintah Kota Cilegon tidak tinggal diam melihat insiden ini.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon dengan cepat menyoroti kemungkinan adanya kelalaian dalam operasional PT Vopak.
Investigasi awal oleh Tim Gabungan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lingkungan Hidup mengungkap fakta mengejutkan.
Diduga kuat, pihak PT Vopak melakukan kelalaian fatal.
Mereka dinilai lalai dalam memastikan kebersihan tangki penimbunan sebelum proses pembuangan sisa produksi dilakukan.
Proses pembuangan sisa zat kimia lama yang ternyata masih aktif, berinteraksi dengan material baru.
Interaksi ini memicu reaksi kimia yang menghasilkan tekanan gas tinggi.
Tekanan ini akhirnya memaksa gas tersebut dilepaskan ke udara bebas, menciptakan asap kuning pekat.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, memberikan analogi sederhana namun menggambarkan bahaya insiden ini.