Arab:
هُوَ ٱللَّهُ ٱلْخَٰلِقُ ٱلْبَارِئُ ٱلْمُصَوِّرُ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ يُسَبِّحُ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ
Latin:
Huwallāhul-khāliqul-bāri’ul-muṣawwir, lahul-asmā’ul-ḥusnā, yusabbiḥu lahu mā fis-samāwāti wal-arḍ, wa huwal-‘azīzul-ḥakīm.
Artinya:
“Dialah Allah Yang Maha Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk rupa. Milik-Nya nama-nama yang indah. Bertasbih kepada-Nya apa yang ada di langit dan di bumi. Dia Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
Tata Cara Sholat Gerhana Matahari
Sholat Gerhana Matahari (Sholat Kusuf) dilaksanakan dua rakaat dengan tata cara khusus, yaitu terdapat dua rukuk dalam setiap rakaat. Sholat ini dapat dikerjakan sendiri atau berjamaah, tanpa adzan dan iqamah.
- Niat dan takbiratul ihram
- Membaca Al-Fatihah dan surat panjang
- Rukuk pertama (panjang)
- I’tidal, lalu membaca Al-Fatihah dan surat
- Rukuk kedua (lebih pendek)
- Sujud dua kali
- Rakaat kedua dilakukan seperti rakaat pertama
- Salam
Apabila gerhana terjadi pada waktu yang makruh untuk salat sunnah, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak zikir, doa, dan istigfar.