Duka Wamendikdasmen Atas Wafatnya Murid SD di Ngada NTT Penerima PIP, Murid Juga Butuh Pendampingan Psikososial

news.fin.co.id - 04/02/2026, 18:07 WIB

Duka Wamendikdasmen Atas Wafatnya Murid SD di Ngada NTT Penerima PIP, Murid Juga Butuh Pendampingan Psikososial

Sepucuk surat yang ditinggal korban untuk ibunya. (istimewa)

fin.co.id - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menyampaikan dukacita mendalam atas wafatnya seorang murid Sekolah Dasar di Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Peristiwa ini menjadi pengingat pahit akan rapuhnya kondisi anak-anak dari keluarga rentan dan pentingnya kehadiran negara secara utuh.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyatakan bahwa tragedi tersebut dipandang sangat serius dan membutuhkan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Advertisement

“Kami menyampaikan duka yang mendalam atas wafatnya salah satu murid SD di Kabupaten Ngada, NTT. Peristiwa ini menjadi keprihatinan kita semua. Empati kami sampaikan kepada keluarga, teman-teman, guru, dan seluruh warga sekolah yang terdampak,” ujar Atip di Jakarta, Rabu (4/2/2026).

Tak Cukup Bantuan Dana, Anak Butuh Pendampingan Psikososial

Atip menjelaskan bahwa almarhum tercatat sebagai penerima manfaat Program Indonesia Pintar (PIP) dan bantuan tersebut telah disalurkan sesuai ketentuan. Namun, ia menegaskan bahwa perlindungan anak tidak boleh berhenti pada bantuan finansial semata.

“Kesejahteraan anak adalah isu yang kompleks. Selain dukungan ekonomi, anak-anak membutuhkan pendampingan psikososial, perhatian moral, serta lingkungan yang aman dan suportif untuk tumbuh dan berkembang,” tegasnya.

Advertisement

Sebagai bentuk tanggung jawab, Kemendikdasmen melalui Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) NTT telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan perangkat terkait untuk melakukan pendampingan terhadap keluarga korban.

Gatot Wahyu
Gatot Wahyu
Penulis

Penulis FIN.CO.ID