Dukung Prabowo 2 Periode, Langkah PKB Dinilai Buka Ruang Manuver Politik Cak Imin

news.fin.co.id - 05/02/2026, 15:33 WIB

Dukung Prabowo 2 Periode, Langkah PKB Dinilai Buka Ruang Manuver Politik Cak Imin

Ketua Umum (Ketum) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin akan menghormati apa pun keputusan akhir Muktamar PKB di Bali, Foto: Ayu/Disway Group

fin.co.id -  Pernyataan dukungan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) terhadap Presiden Prabowo Subianto untuk menjabat dua periode dinilai sebagai langkah politik strategis Muhaimin Iskandar dalam membaca arah Pilpres 2029 lebih awal.

Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki Chaniago, menilai sikap PKB tersebut bukan sekadar dukungan simbolik, melainkan upaya menegaskan konsistensi posisi partai di dalam pemerintahan Prabowo sejak dini. Menurutnya, dukungan dua periode menjadi cara PKB membangun kepercayaan sekaligus memperkuat peran di lingkar koalisi.

“PKB sedang menawarkan opsi alternatif kepada Presiden Prabowo di balik pernyataan Jokowi yang menyebut Prabowo–Gibran dua periode. PKB memanfaatkan momentum itu untuk memperkuat loyalitasnya agar tetap relevan dalam skema kekuasaan Prabowo,” ujar Arifki dikutip, Kamis, 5 Februari 2026.

Ia menilai, manuver tersebut mencerminkan kecermatan PKB dalam mengantisipasi dinamika politik ke depan. Isu calon wakil presiden, menurut Arifki, sengaja tidak diangkat ke ruang publik karena berpotensi justru mempersempit ruang gerak politik Cak Imin.

Advertisement

“PKB memilih menjaga fleksibilitas. Selama nama wapres belum disebut, ruang komunikasi politik tetap terbuka. Pola ini serupa dengan strategi PKB pada Pilpres 2024. Awalnya bersama Prabowo, tetapi ketika peluang menjadi cawapres dinilai kecil, Cak Imin memilih berduet dengan Anies Baswedan. Dalam politik, meminta maaf sering kali lebih mudah daripada meminta izin,” kata Arifki.

Dalam peta internal PKB, Arifki menegaskan Muhaimin Iskandar masih menjadi figur kunci dalam setiap perhitungan politik menuju 2029. Meski belum diusung secara terbuka, nama Cak Imin tetap dinilai memiliki bobot strategis dalam bursa calon wakil presiden.

Ia juga menyinggung mulai aktifnya sejumlah tokoh dan partai politik dalam memanaskan mesin politik, termasuk munculnya kembali dukungan kepada Anies Baswedan serta sinyal keterlibatan Presiden Joko Widodo dalam dinamika politik mendatang. Situasi ini, kata Arifki, memberi ruang bagi Cak Imin untuk mulai membuka jalur komunikasi dan negosiasi lebih dini dengan Prabowo.

“Dukungan PKB terhadap Prabowo dua periode dapat dibaca sebagai langkah politik Cak Imin. Bukan hanya untuk menjaga hubungan kekuasaan saat ini, tetapi juga sebagai persiapan menghadapi dinamika politik nasional ke depan, termasuk membuka opsi kursi cawapres,” tutup Arifki.

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID