JEJAK GELAP JEFFREY EPSTEIN DI BALI! Dokumen Rahasia 2026 Bongkar Belanja Mewah Sang Predator Seksual di Indonesia: Untuk Apa?

news.fin.co.id - 05/02/2026, 21:06 WIB

JEJAK GELAP JEFFREY EPSTEIN DI BALI! Dokumen Rahasia 2026 Bongkar Belanja Mewah Sang Predator Seksual di Indonesia: Untuk Apa?

JEFFREY EPSTEIN (kanan) bersama Presiden AS Bill Clinton memakai batik Indonesia

Ia memanfaatkan entitas bisnis bernama LSJE, LLC, sebuah perusahaan yang kerap disebut dalam berbagai investigasi pengadilan sebagai perusahaan cangkang miliknya.

LSJE, LLC tercatat mengurusi seluruh korespondensi dengan vendor di Indonesia, mulai dari detail volume muatan hingga tarif pengapalan internasional.

Nama Karyna Shuliak juga muncul dalam arsip pengiriman sebagai pihak penerima barang.

Nama tersebut telah lama dikaitkan dengan lingkaran terdalam Epstein dalam berbagai dokumen hukum terkait JPMorgan Chase dan penyelidikan di Kepulauan Virgin.

Advertisement

Sistem pembayaran yang digunakan bervariasi, mulai dari pembayaran penuh menggunakan dolar AS hingga skema uang muka yang dilunasi menjelang pengiriman dari pelabuhan Jawa Timur.

Koleksi Seni & Bayang-Bayang Kejahatan

Keterlibatan Epstein dalam dunia seni Bali memberi gambaran bagaimana kekayaannya—yang diperkirakan mencapai USD578 juta menurut Forbes—digunakan.

Portofolio hartanya mencakup properti mewah di berbagai belahan dunia serta dua pulau pribadi di Karibia yang dihiasi koleksi seni internasional.

Kini terungkap bahwa sebagian koleksi tersebut berasal dari pengrajin Indonesia.

Namun, keindahan seni itu tetap tertutup oleh bayang-bayang kejahatan beratnya.

Jeffrey Epstein dikenal dunia sebagai predator seksual anak di bawah umur, pemerkosa berantai, serta otak di balik jaringan perdagangan manusia berskala besar.

Kariernya sebagai financier ternama di AS runtuh saat ia ditangkap pada 6 Juli 2019.

Kisah hidupnya berakhir tragis dan penuh tanda tanya ketika ia ditemukan tewas di sel tahanan Metropolitan Correctional Center, New York, pada 10 Agustus 2019.

Meski dinyatakan bunuh diri, hingga tahun 2026 spekulasi mengenai kelalaian sistemik dan dugaan penutupan fakta masih terus bergulir secara global.

Rilis arsip terbaru ini diharapkan mampu menyusun kembali kepingan teka-teki tentang siapa saja yang terlibat serta bagaimana harta sang predator dialirkan.

Advertisement
Rizal Husen
Rizal Husen
Penulis

Penulis FIN.CO.ID