fin.co.id - Melalui pengembangan riset kendaraan tempur tank ringan, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat peran dalam mendukung kemandirian industri pertahanan nasional.
Riset ini dikawal secara menyeluruh hingga mencapai tahap kesiapan dan sertifikasi, serta dijalankan melalui skema kerja sama dengan mitra industri.
Kemajuan riset tersebut dipaparkan dalam rangkaian International Conference on Sustainable Energy Engineering and Application (ICSEEA) 2026 yang berlangsung di Hotel Trembesi BSD, Serpong, Tangerang Selatan.
Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Teknologi Transportasi BRIN, Lukman Shalahuddin, menyampaikan bahwa pengembangan kendaraan tempur tank ringan merupakan bagian dari agenda prioritas riset strategis di sektor industri pertahanan.
“BRIN mengawal pengembangan kendaraan ini hingga mencapai tahapan sertifikasi. Masih terdapat sejumlah tantangan teknis, sehingga kami memastikan kendaraan benar-benar siap sebelum dinyatakan ready,” jelas Lukman, Selasa, 3 Februari 2026.
Ia mengatakan, pada tahap awal riset difokuskan pada optimasi kinerja kendaraan, meliputi desain dan struktur bodi, pemilihan material, serta sistem penggerak.
Pengembangan ini ditujukan untuk memastikan kendaraan mampu beroperasi secara andal dalam berbagai kondisi ekstrem.
Riset Akan Diperluas pada Berbagai Kendaraan Taktis Lain
Lukman menuturkan bahwa ruang lingkup riset ke depan akan diperluas, tidak hanya berfokus pada kendaraan tempur tank ringan, tetapi juga mencakup pengembangan berbagai jenis kendaraan taktis lainnya.
Setelah tahap optimalisasi tank ringan selesai, pengembangan akan diarahkan pada varian lain, seperti Armoured Personnel Carrier (APC) yang dapat digunakan untuk mendukung operasi militer, termasuk evakuasi serta layanan medis.
Skema kerja sama riset ini dirancang melibatkan tiga pihak, yaitu BRIN, TNI Angkatan Darat, dan PT Sentra Surya Ekajaya (SSE). Saat ini, kolaborasi antara BRIN dan PT SSE telah berlangsung, sedangkan proses penjajakan kerja sama dengan TNI AD masih berjalan dan ditargetkan dapat terealisasi pada tahun ini, tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Project Manager PT SSE, Marzuki, menyampaikan apresiasi atas peran BRIN sebagai mitra strategis dalam riset. Ia menilai BRIN memberikan dukungan keilmuan yang kuat, mulai dari pengembangan mesin hingga struktur kendaraan.
“Kolaborasi dengan BRIN memberikan kontribusi penting dalam memastikan aspek teknis kendaraan dikembangkan secara ilmiah dan terukur. Kami berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut dan diperluas ke pengembangan kendaraan lainnya,” ujar Marzuki.
Melalui kerja sama riset tersebut, BRIN menegaskan komitmennya dalam menghubungkan hasil riset dengan kebutuhan industri, sekaligus mendorong terciptanya inovasi teknologi pertahanan yang siap diterapkan serta memiliki daya saing nasional.