Di sisi lain, BPBD juga mencatat sebaran wilayah terdampak banjir sepanjang Januari 2026. Jakarta Timur menjadi wilayah dengan frekuensi kejadian banjir tertinggi, yakni delapan kali kejadian.
Disusul Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Jakarta Selatan yang masing-masing mencatat tujuh kejadian.
Adapun Jakarta Pusat mengalami empat kejadian banjir, sementara Kepulauan Seribu menjadi wilayah dengan frekuensi terendah, yakni satu kejadian.
BPBD DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama menghadapi potensi hujan ekstrem pada Februari hingga Maret 2026. Kesiapsiagaan warga, ditambah langkah mitigasi pemerintah, diharapkan mampu menekan risiko banjir yang kerap menjadi ancaman tahunan di Jakarta.