fin.co.id - Keterlibatan Kota Cilegon pada program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) regional di TPAS Cilowong, Kota Serang, terbentur minimnya infrastruktur. Pemerintah Kota Cilegon mengakui jumlah armada pengangkut sampah saat ini jauh dari kata ideal untuk memenuhi tuntutan operasional fasilitas tersebut.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cilegon, volume produksi sampah di wilayah ini mencapai sedikitnya 300 ton per hari. Namun, beban besar tersebut hanya ditopang oleh 23 unit kendaraan pengangkut yang terdiri dari 18 unit arm roll dan beberapa unit pendukung lainnya.
Kepala DLH Kota Cilegon, Sabri Mahyudin, mengungkapkan bahwa ketimpangan antara volume sampah dan jumlah armada menjadi tantangan utama yang harus segera dicarikan solusi.
"Dengan kondisi sekarang, kami masih sangat kekurangan kendaraan. Untuk memastikan pengangkutan sampah ke PSEL berjalan lancar setiap hari, idealnya dibutuhkan tambahan sekitar 25 unit dump truck baru," ujar Sabri, dikutip Senin (9/2/2026).
Sesuai dengan skema kerja sama regional, tanggung jawab pengelolaan sampah terbagi menjadi dua ranah. Sementara fasilitas PSEL dikelola oleh Danantara, pemerintah daerah diwajibkan untuk menjamin kelancaran logistik dari hulu ke hilir.
“PSEL dikelola oleh Danantara. Tugas pemerintah daerah adalah menyiapkan kendaraan, menanggung biaya operasional pengangkutan, hingga ketersediaan bahan bakar,” tambah Sabri.