Senator AS Kunjungi Greenland untuk Bangun Kepercayaan yang Hancur Gegara Ulah Trump

news.fin.co.id - 10/02/2026, 18:36 WIB

Senator AS Kunjungi Greenland untuk Bangun Kepercayaan yang Hancur Gegara Ulah Trump

fin.co.id - Delegasi senator Amerika Serikat (AS) mengunjungi Greenland pada Senin, 9 Februari 2026. Kunjungan ini dilakukan untuk "membangun kembali kepercayaan" yang hancur akibat ancaman Presiden AS Donald Trump untuk mencaplok pulau Arktik tersebut.

Ulah Trump telah menimbulkan kekhawatiran di antara sekutu Eropa. Ia mengancam berulang-ulang untuk merebut wilayah Denmark tersebut, jika perlu dengan kekerasan.

"Hanya dalam beberapa kalimat dan kata, kepercayaan yang telah dibangun sejak Perang Dunia II telah terkikis dan terdegradasi," kata Senator partai Republik AS, Lisa Murkowski. "Kita perlu bekerja untuk membangun kembali kepercayaan itu," lanjutnya.

Delegasi tersebut, yang terdiri dari Murkowski, seorang moderat yang berulang kali berbeda pendapat dengan Trump, Angus King yang independen, dan senator partai Demokrat, Gary Peters dan Maggie Hassan.

Advertisement

Delegasi senator AS tersebut mengunjungi pangkalan militer AS di Pituffik dan bertemu dengan Perdana Menteri Greenland, Jens-Frederik Nielsen.

Mereka juga dijadwalkan untuk berbicara dengan Menteri Luar Negeri Greenland, Vivian Motzfeldt.

Trump Tarik Kembali Ancaman

Bulan lalu, Trump menarik kembali ancaman untuk merebut Greenland. Langkah tersebut diambil Trump setelah mencapai kesepakatan "kerangka kerja" dengan kepala NATO Mark Rutte untuk memastikan pengaruh AS yang lebih besar.

Sebuah kelompok kerja AS-Denmark-Greenland telah dibentuk untuk membahas kekhawatiran keamanan Washington di Arktik, tetapi detailnya belum dipublikasikan.

"Kita memiliki presiden yang telah melanggar kepercayaan itu. Saya pikir secara signifikan, dan sekarang kita harus memperbaikinya," kata Peters. "Kami menganggap Anda sebagai teman. Kami ingin Anda menganggap kami sebagai teman Anda," lanjutnya.

Meskipun Denmark dan Greenland mengatakan mereka berbagi kekhawatiran keamanan Trump, mereka bersikeras bahwa kedaulatan dan integritas teritorial adalah "garis merah" dalam diskusi tersebut.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID