Viral Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Gaji Rp50 Ribu, Dipotong BPJS Sisa Rp15 Ribu

news.fin.co.id - 10/02/2026, 07:24 WIB

Viral Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Gaji Rp50 Ribu, Dipotong BPJS Sisa Rp15 Ribu

Viral Guru PPPK Paruh Waktu di Sumedang Terima Insentif Rp50 Ribu

fin.co.id - Jagat media sosial dihebohkan oleh pengakuan seorang guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Perhatian publik tertuju setelah beredar video yang menampilkan pengakuan insentif mengajar hanya sebesar Rp50 ribu.

Video tersebut diunggah oleh Fildzah Nur Amalina, seorang guru yang sehari-hari mengajar di ruang kelas seperti pendidik lainnya. Dalam tayangan singkat itu, ia menyisipkan narasi yang memantik diskusi luas soal kesejahteraan guru.

Unggahan itu dengan cepat menyebar dan menuai beragam respons warganet, terutama setelah diketahui bahwa nominal Rp50 ribu tersebut masih dipotong iuran BPJS Kesehatan hingga tersisa sekitar Rp15 ribu.

Dalam video yang beredar, Fildzah tampak menjalankan aktivitas mengajar seperti biasa. Namun di layar juga tertera kalimat yang mempertanyakan pilihan profesi guru di tengah penghasilan terbatas.

Advertisement

“Kenapa mau jadi guru padahal gaji nya kecil?” demikian tulisan yang tertera dalam video yang kemudian menyebar luas di media sosial.

Tak hanya itu, unggahan tersebut turut menampilkan bukti penerimaan honor senilai Rp50.000. Fakta ini pun memicu keprihatinan publik dan perdebatan mengenai kondisi guru PPPK paruh waktu di daerah.

Klarifikasi Fildzah Nur Amalina

Menanggapi ramainya perbincangan, Fildzah akhirnya menyampaikan klarifikasi melalui video terpisah. Ia menegaskan bahwa unggahan sebelumnya tidak dimaksudkan sebagai bentuk protes atau keluhan.

“Video yang saya unggah tentang gaji guru Rp50.000, dipotong BPJS hingga tersisa Rp15.000, bukanlah keluhan,” tegas Fildzah dalam video klarifikasinya, Senin, 9 Februari 2026.

Ia menjelaskan bahwa video tersebut merupakan refleksi dari pengalaman pribadi sekaligus potret realitas yang dialami banyak guru lainnya.

“Itu adalah cerita nyata dari perjalanan saya sebagai seorang guru, dan juga gambaran dari perjuangan banyak rekan guru lainnya,” lanjutnya.

Fildzah juga menegaskan bahwa keterbatasan penghasilan tidak membuatnya menyesali jalan hidup yang telah dipilih. Ia mengaku tetap mencintai profesi guru dan berkomitmen menjalankan tugasnya dengan penuh tanggung jawab.

“Saya ingin menegaskan dengan tulus, saya tidak menyesal menjadi guru. Saya tetap mencintai profesi ini sepenuh hati,” ujar Fildzah.

Advertisement

Dalam keseharian, ia memastikan tetap hadir di sekolah dan mengajar murid-muridnya dengan sungguh-sungguh, terlepas dari kondisi finansial yang dihadapi.

“Di tengah keterbatasan, saya tetap datang ke sekolah, tetap mengajar, dan tetap berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak,” imbuhnya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca