fin.co.id - Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan, lebih dari 1.400 blok apartemen di ibu kota Ukraina, Kyiv masih tanpa pemanas di tengah serangan udara Rusia.
Dalam sebuah pernyataan di platform perusahaan media sosial AS X, Zelenskyy mengatakan ia mengadakan panggilan koordinasi dengan pihak berwenang mengenai situasi di sektor energi Ukraina dan upaya untuk menghilangkan dampak serangan udara Rusia.
“Kondisi yang paling menantang tetap ada di ibu kota: lebih dari 1.400 gedung apartemen di Kyiv masih tanpa pemanas, dan sangat penting bahwa orang-orang di setiap gedung ini menerima semua dukungan yang mereka butuhkan,” kata Zelenskyy, Senin, 9 Februari 2026.
Zelenskyy menulis bahwa laporan disampaikan kepadanya selama panggilan tersebut mengenai situasi di berbagai wilayah lain, termasuk Kharkiv, Sumy, Odesa, dan Dnipropetrovsk.
Ia juga menjelaskan, situasi di wilayah Kherson selatan tak jauh berbeda. Enam permukiman menghadapi “kondisi energi yang sangat sulit karena serangan drone yang terus-menerus, menciptakan keadaan yang sangat menantang untuk pekerjaan pemulihan.”
“Saya mengadakan diskusi terperinci dengan Menteri Energi tentang situasi pembangkit listrik tenaga nuklir. Bagi tentara Rusia, fasilitas energi nuklir kita – termasuk infrastruktur dan jaringan yang terhubung ke pembangkit listrik tenaga nuklir – pada dasarnya tetap menjadi target konstan," jelasnya.
“Diperlukan lebih banyak perlindungan, serta komunikasi yang lebih kuat dengan para mitra, agar dunia tidak tetap diam mengenai ancaman ini,” tambahnya.
Zelenskyy mengatakan bahwa ia, bersama dengan komandan Angkatan Udara Ukraina dan Menteri Pertahanan, membahas pemenuhan perjanjian dengan negara-negara mitra mengenai pasokan rudal pertahanan Udara.
Ia juga menyatakan perlunya jadwal yang “jelas” untuk menerima paket-paket terkait dari para mitra.
Ukraina mengumumkan keadaan darurat di sektor energinya bulan lalu karena cuaca ekstrem dan serangan Rusia terhadap infrastruktur energi.