fin.co.id – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Special Mission Vehicle (SMV)-nya, yakni PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) dan PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (PII), merealisasikan Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) dengan membangun hunian layak bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
Program tersebut menyasar warga kategori Desil 1 hingga 4. Salah satu lokasi pelaksanaannya berada di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Semanggi, Surakarta, Jawa Tengah.
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara, menyampaikan bahwa seluruh badan usaha di bawah Kemenkeu memiliki kewajiban menjalankan TJSL, terutama badan usaha milik negara.
"TJSL suatu badan usaha. Setiap badan usaha itu memiliki, terutama badan usaha milik negara ya, memiliki tanggung jawab sosial dan lingkungan. Karena itu badan usaha milik negara yang ada di bawah Kementerian Keuangan juga menjalankan tanggung jawab sosial dan lingkungan ini," dalam acara bertajuk Peran Kementerian Keuangan dalam Peningkatan Kualitas Permukiman dan Pemberdayaan Masyarakat di Surakarta, Kamis, 12 Februari 2026.
Ia mengungkapkan, sinergi antar-badan usaha menjadi bagian dari arahan strategis Kemenkeu dalam beberapa tahun terakhir. Program TJSL yang dijalankan BUMN di bawah koordinasi Kemenkeu, kata dia, harus dilakukan secara terintegrasi.
"Saya sudah melihat sendiri bagaimana penataan kawasan yang dilakukan dan kemudian juga bagaimana para penghuni itu juga mendapatkan manfaat yang positif dari penataan yang dilakukan oleh pemerintah kota dan dari TJSL yang disampaikan oleh Special Mission Vehicle dari Kementerian Keuangan," tegasnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT SMF (Persero), Ananta Wiyogo, menyebut hingga 2025 pihaknya telah membangun serta merenovasi total 84 unit rumah layak huni di sejumlah daerah.
"Total rumah yang telah dibangun SMF pada program CSR dalam pengembangan rumah kumuh adalah sebanyak 84 unit," kata Ananta.
Ia menjelaskan, program penataan kawasan permukiman kumuh di 33 kota telah berjalan sejak 2018 dengan total anggaran sekitar Rp747 juta.
Khusus di Kota Solo, kegiatan tersebut dilakukan dalam dua tahap. Pada 2022, SMF membangun 47 unit rumah. Selanjutnya pada 2025, melalui kolaborasi TJSL SMV Kementerian Keuangan, dilakukan tambahan pembangunan dan renovasi di kawasan Sangkrah.
Dalam pelaksanaannya, SMF berperan sebagai koordinator peningkatan kualitas hunian di wilayah kumuh tersebut.
"Program ini menghasilkan pembangunan dan renovasi 56 unit rumah layak huni, di mana 56 kepala keluarga dengan total nilai kurang lebih Rp5 miliar," jelasnya.
Dari total tersebut, SMF mengambil bagian dalam pembangunan sekitar 37 unit rumah. Secara keseluruhan, SMF tercatat telah merealisasikan 84 unit rumah melalui program CSR pengembangan kawasan permukiman kumuh.
Fajar Ilman/Disway
Kemenkeu Bangun Puluhan Rumah Layak Huni di Solo Lewat Program TJSL
news.fin.co.id - 12/02/2026, 16:17 WIB
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara.