Kebangetan! Israel Berniat Batasi Akses ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadhan

news.fin.co.id - 13/02/2026, 23:29 WIB

Kebangetan! Israel Berniat Batasi Akses ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadhan

fin.co.id - Pihak berwenang Israel telah berencana untuk membatasi akses umat Muslim ke Masjid Al-Aqsa untuk salat selama bulan suci Ramadan yang akan datang.

Hal itu diungkapkan seorang cendekiawan Muslim terkenal dan mantan mufti besar Yerusalem dalam sebuah wawancara dengan Anadolu.

Sheikh Ekrima Sabri, mantan mufti besar Yerusalem dan kepala Dewan Islam Tertinggi di Yerusalem, menyatakan penyesalannya atas rencana pemerintah Israel untuk membatasi akses ke masjid tersuci ketiga bagi umat Muslim selama Ramadan.

Niat buruk Israel terlihat jelas ketika Mayor Jenderal Avshalom Peled diangkat sebagai komandan polisi baru di Yerusalem Timur yang diduduki pada minggu pertama Januari.

Advertisement

Sebuah langkah yang dilihat sebagai upaya untuk memajukan rencana Menteri Keamanan Nasional sayap kanan Itamar Ben-Gvir untuk Masjid Al-Aqsa yang menjadi titik konflik.

Surat kabar Israel Haaretz menulis, "Tampaknya Ben-Gvir melakukan segala yang dia bisa untuk mengipasi api."

“Umat Muslim menyambut Ramadan dengan optimisme, mengikuti tradisi Nabi Muhammad, yang biasa menyambut bulan ini di akhir bulan Sya'ban,” kata Sheikh Sabri kepada Anadolu.

“Namun terkait Yerusalem, kami menyesalkan tindakan keras yang akan diberlakukan oleh otoritas pendudukan terhadap umat Muslim yang datang ke Masjid Al-Aqsa,” lanjutnya.

Ia juga mengataan, otoritas Israel telah melarang puluhan pemuda memasuki masjid dan mengumumkan bahwa mereka tidak akan melonggarkan pembatasan selama Ramadan bagi para jamaah yang datang dari Tepi Barat yang diduduki.

“Ini berarti akan ada pembatasan yang lebih ketat,” kata Sabri. “Jumlah jamaah di Al-Aqsa akan lebih rendah daripada tahun-tahun sebelumnya. Ini bertentangan dengan kebebasan beribadah dan mengganggu pelaksanaan puasa umat Muslim,” lanjutnya.

Ratusan ribu warga Palestina dari Tepi Barat biasanya melakukan perjalanan ke Yerusalem Timur yang diduduki selama Ramadan untuk berdoa di Masjid Al-Aqsa.

Namun, sejak perang dimulai pada 7 Oktober 2023, otoritas Israel telah memperketat pembatasan di pos pemeriksaan militer, membatasi akses penduduk Tepi Barat ke Yerusalem.

Selama dua tahun terakhir, hanya sejumlah kecil orang yang menerima izin yang dikeluarkan oleh militer Israel, yang menurut warga Palestina sulit diperoleh. Pihak berwenang belum mengumumkan pengaturan khusus apa pun untuk Ramadan tahun ini.

Advertisement

Dalam beberapa hari terakhir, otoritas Israel juga mengeluarkan perintah sementara terhadap ratusan warga Palestina di Yerusalem Timur—sebagian besar adalah pemuda—yang melarang mereka memasuki al-Aqsa selama Ramadan.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID